Dukung Transisi Energi, Danantara Buka Peluang Pendanaan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Khansa Qisthi Fathinah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:04 WIB
Tampilan logo dan identitas visual Danantara Indonesia yang terpasang anggun di area perkantoran. (X/@txtpersahaman)
Tampilan logo dan identitas visual Danantara Indonesia yang terpasang anggun di area perkantoran. (X/@txtpersahaman)

 


RADAR JOGJA - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak usaha dari Danantara Investment Management (DIM), secara resmi membuka pendaftaran Lenders Panel untuk menggalang dukungan pendanaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.

Pendaftaran bagi lembaga keuangan yang berminat dibuka hingga Selasa (28/7/2026).

Langkah strategis ini diambil guna mempercepat transformasi pengelolaan sampah perkotaan sekaligus menunjang agenda pembangunan berkelanjutan dan transisi energi bersih di tanah air.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Kamboja ASEAN Championship 2026, Tekad Skuad Garuda Incar Tiga Poin Perdana

Chief Financial Officer (CFO) Denera, M. Ramadhan Harahap, mengungkapkan bahwa pembentukan Lenders Panel ditujukan untuk merangkul berbagai institusi pembiayaan sejak fase awal perencanaan proyek.

"Inisiatif ini membuka ruang bagi para mitra pembiayaan untuk terlibat langsung sejak dini. Proyek PSEL ini akan menjadi pijakan penting dalam transformasi pengelolaan sampah dan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Idhan tersebut.

Petakan Kapasitas dan Skema Pendanaan

Melalui pembentukan Lenders Panel, Denera menargetkan dapat memetakan potensi kapasitas pendanaan dari para calon kreditor.

Data serta masukan dari peserta akan digunakan untuk menyusun skema pembiayaan yang optimal sebelum melangkah ke tahap pendanaan formal.

Baca Juga: Dr. John Cook Bennett dan Sejarah Tomat: Dari Buah yang Dianggap Beracun hingga Dipercaya sebagai Obat Ajaib

Langkah penggalangan ini mencakup berbagai bentuk instrumen keuangan, mulai dari utang senior, utang junior, instrumen ekuitas, bridging loan, hingga sustainability-linked financing serta fasilitas non-tunai seperti performance bond dan trade finance.

"Data dari para calon peserta akan membantu DIM dan Denera dalam mengukur kapasitas pembiayaan serta merancang struktur pendanaan yang paling pas sebelum proses pembiayaan resmi dimulai," jelas Ramadhan.

Gandeng IIF sebagai Penasihat Keuangan

Undangan partisipasi ini terbuka luas bagi ragam entitas keuangan nasional maupun internasional.

Di antaranya mencakup bank umum, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), lembaga pembiayaan pembangunan, lembaga keuangan multilateral, hingga export credit agencies.

Baca Juga: Iran Ancam Tak Ada Negara yang Bisa Jual Minyak Jika Penjualannya Dihalang-halangi AS

Guna memastikan tata kelola yang transparan dan profesional, proses pendaftaran ini didampingi oleh PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) yang bertindak sebagai Financial Advisor (Penasihat Keuangan).

Lembaga keuangan yang memiliki portofolio dan pengalaman di bidang infrastruktur dapat mengajukan pernyataan minat (expression of interest) melalui saluran resmi Denera sebelum batas waktu penutupan pada 28 Juli 2026.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Danantara Investment Management (DIM) Lenders Panel Pendanaan Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik transisi energi