RADAR JOGJA - Setiap tahun sekitar satu juta masyarakat Indonesia memilih menjalani pengobatan di luar negeri.
Kondisi tersebut bukan semata-mata dipengaruhi kemampuan tenaga medis dalam negeri, melainkan lebih banyak berkaitan dengan tingkat kepercayaan pasien serta pengalaman yang mereka rasakan selama menjalani layanan kesehatan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam The 35th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026.
Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber menilai kompetensi dokter Indonesia sebenarnya telah memenuhi standar yang tidak kalah dengan negara lain.
Namun demikian, kualitas pelayanan secara menyeluruh masih menjadi pekerjaan rumah.
Mulai dari proses administrasi, kenyamanan fasilitas, hingga komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien dinilai turut memengaruhi keputusan masyarakat untuk mencari layanan kesehatan di luar negeri.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono juga menyoroti pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan nasional.
Menurutnya, kepercayaan pasien menjadi salah satu faktor utama yang mendorong banyak warga Indonesia berobat ke luar negeri.
Baca Juga: Rodri Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia saat Spanyol Mendominasi Penghargaan Individu
Sementara itu, pemerintah terus melakukan transformasi layanan kesehatan melalui digitalisasi, peningkatan fasilitas, hingga penyederhanaan proses pelayanan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berobat yang lebih nyaman, cepat, dan efisien sehingga masyarakat semakin yakin memanfaatkan layanan kesehatan di dalam negeri.