Ajang kompetisi akademik populer besutan Ruangguru, Clash of Champions (CoC) Season 3, mendadak diterpa isu miring. Salah satu pesertanya, Ghaza Muhammad Al-Ghifari, resmi dikeluarkan dari program tersebut setelah namanya viral dan menjadi sorotan tajam di berbagai platform media sosial seperti X (Twitter) dan Threads terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pelecehan atau kekerasan seksual.
Gelombang desakan publik bermula ketika sejumlah akun menyebarkan tangkapan layar percakapan yang menuding taruna kedinasan tersebut sebagai pelaku pelecehan seksual yang telah memakan banyak korban. Rumor tersebut kian diperkuat dengan adanya informasi bahwa status kemahasiswaan Ghaza di kampusnya bahkan telah dinonaktifkan atau dicutikan akibat sanksi dari pihak institusi sebelum ia mengikuti ajang CoC.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, pihak Ruangguru langsung mengambil tindakan tegas dengan merilis pernyataan resmi melalui kanal WhatsApp Clash of Champions Season 3 pada Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Lansia Residivis Berusia 65 Tahun Kembali Berulah! Curi Sepeda, Gasak 14 Unit Dalam Sebulan
Poin Tegas Pernyataan Resmi Ruangguru
Melalui penjelasan yang dibagikan oleh Co-Founder Ruangguru, Iman Usman, pihak penyelenggara menegaskan bahwa keputusan pendiskualifikasian diambil setelah melalui proses investigasi internal berupa verifikasi dan klarifikasi langsung dengan pihak terkait.
Berikut adalah poin-poin utama keputusan tegas dari manajemen Ruangguru:
1. Adanya Kebohongan Administrasi: Ruangguru menemukan adanya informasi material terkait pelanggaran masa lalu yang sengaja tidak disampaikan oleh peserta saat proses seleksi dan administrasi.
2. Keterangan Tidak Sesuai: Ditemukan adanya keterangan atau jawaban yang dinilai tidak sesuai dan tidak jujur saat proses klarifikasi langsung dilakukan.
3. Pemberhentian Tetap: Peserta yang bersangkutan secara resmi dinyatakan tidak lagi menjadi bagian dari program Ruangguru Clash of Champions.
4. Pencabutan Hak dan Fasilitas: Ruangguru mencabut seluruh hak, akses, privilege, benefit, hingga fasilitas yang melekat pada peserta. Ia juga dilarang terlibat dalam kegiatan promosi, publikasi, event, maupun aktivitas publik lainnya.
5. Penyuntingan Tayangan: Tim editor Ruangguru akan melakukan penyesuaian editorial guna membatasi kemunculan wajah dan aksi peserta tersebut dalam episode-episode mendatang sejauh dimungkinkan.
6. Menjaga Privasi Korban: Pihak Ruangguru memilih untuk tidak mengungkap detail jenis pelanggaran maupun identitas eksplisit peserta demi menjaga privasi dan martabat pihak-pihak terdampak (korban).
Baca Juga: Penyedia Indeks Global MSCI Tetap Bekukan Penyesuaian Saham Indonesia
Pasca-mencuatnya kasus ini ke publik, seluruh akun media sosial pribadi milik Ghaza (baik Instagram maupun TikTok dengan nama pengguna @ghaza.m.al) dilaporkan sudah tidak lagi aktif atau menghilang dari ruang publik.
Langkah cepat dan tegas yang diambil oleh manajemen Ruangguru ini menuai banyak apresiasi dari warganet. Langkah penyuntingan gambar (sensor/blur) pun dinilai perlu segera dilakukan demi menjaga integritas kompetisi serta kenyamanan para penonton dan peserta Clash of Champions Season 3 lainnya.
Editor : Bahana.