RADAR JOGJA - Pemerintah tengah mempersiapkan gas jenis baru untuk menggantikan LPG 3 kilogram bersubsidi yang selama ini dikenal masyarakat sebagai "gas melon".
Uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg berlabel "CNG Merah Putih" dimulai bulan ini di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia selama ini masih mengimpor sekitar 80 persen dari total kebutuhan LPG nasional, karena bahan baku gas jenis C3 dan C4 untuk LPG tidak melimpah di dalam negeri.
Sebaliknya, Indonesia justru punya cadangan gas jenis C1 dan C2 dalam jumlah besar sebagai bahan baku utama CNG.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akhiri Kiprah di Piala Dunia dengan Kepala Tegak: Saya Sudah Memberikan Segalanya!
"Kita kemarin baru dapat temuan giant di ENI di Kalimantan Timur 5 TCF plus 2 TCF," ujar Bahlil dalam Energy Forum CNBC Indonesia, Senin (6/7/2026).
Merujuk pada cadangan gas raksasa yang diproyeksikan, gas tersebut mulai berproduksi pada 2028-2029.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan pemerintah tengah menyiapkan sekitar 15 unit prototipe tabung CNG Merah Putih untuk diuji coba tekanan dan keselamatan katup (valve) di Lemigas sepanjang Juli ini.
Jika hasilnya baik, tabung akan mulai diedarkan bertahap ke masyarakat pada tahun ini juga.
Di mulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa yang sudah memiliki jaringan pipa gas yang menjadi prioritas.
Berbeda dari tabung LPG konvensional berbahan logam, tabung CNG Merah Putih menggunakan material komposit tipe 4 yang jauh lebih ringan.
Dirancang khusus agar tidak memberatkan pengguna rumah tangga saat mengganti tabung.
Untuk tahap awal, sekitar 100.000 unit tabung akan diimpor dari China, karena industri dalam negeri belum mampu memproduksi teknologi tabung dan valve tersebut.
Soal harga, pemerintah memastikan CNG 3 kg akan dijual setara dengan harga LPG 3 kg bersubsidi saat ini agar tidak membebani masyarakat.
Bahkan dengan harga yang disamakan sekalipun, simulasi pemerintah menunjukkan potensi subsidi energi bisa turun hingga 30 persen.
Baca Juga: Tabrakan Adu Banteng di Jalan Magelang-Purworejo, Empat Orang Terluka, Satu Kritis
Bagi masyarakat yang khawatir harus mengganti peralatan masak, Dirjen Migas menegaskan tabung CNG dirancang kompatibel dengan kompor yang sudah dimiliki masyarakat saat ini.
"Kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir," kata Laode dalam acara CNG & LNG untuk Rakyat di Jakarta, awal Mei lalu.
Ia menambahkan, api yang dihasilkan CNG cenderung lebih biru dibanding LPG, menandakan pembakaran yang lebih efisien.
Program konversi ini masih dalam tahap uji coba dan simulasi.
Pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti kapan CNG 3 kg akan tersedia secara luas menggantikan LPG di seluruh Indonesia, termasuk apakah wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta dan sekitarnya, akan masuk dalam gelombang awal distribusi.