MANGGARAI BARAT – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai pengabdian dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Menyapa Komodo 2026.
Mereka diterjunkan di Desa Warloka Pesisir dan Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (20/6/2026).
Kedatangan para mahasiswa disambut hangat oleh pemerintah desa, tokoh adat, dan warga setempat melalui serangkaian prosesi adat yang sarat makna.
Penyambutan ini menjadi simbol penghormatan sekaligus awal dari kolaborasi erat antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan program pemberdayaan selama 50 hari ke depan.
Baca Juga: 80 Personel SAR Gabungan Dikerahkan, Cari Korban Laka Laut di Pantai Goa Cemara
Di Desa Warloka Pesisir, penyambutan diawali dengan prosesi Wura Bongi, yaitu tradisi penaburan beras oleh Sekretaris Desa kepada perwakilan mahasiswa.
Tradisi ini dipercaya sebagai simbol penghormatan, penyucian, dan doa keselamatan bagi para tamu.
Suasana semakin meriah dengan atraksi tarian tradisional dan pengalungan selendang tenun khas Manggarai yang melambangkan penerimaan dan ikatan persaudaraan.
Sambutan serupa juga diberikan di Desa Golo Mori.
Kepala Desa setempat secara langsung mengalungkan kain tenun songke khas Manggarai kepada perwakilan mahasiswa sebagai bentuk penghormatan tertinggi.
Baca Juga: Persik Kediri Umumkan Mantan Manajer PSIM Razzi Taruna Sebagai Direktur Olahraga Klub
Acara dilanjutkan dengan sesi sambutan resmi, pemaparan program kerja, serta perkenalan antara mahasiswa dengan perangkat desa dan masyarakat untuk mematangkan koordinasi selama masa pengabdian.
Kepala Desa Golo Mori, Samaila, menyampaikan harapannya agar kehadiran mahasiswa UGM dapat membawa manfaat nyata bagi warganya.
"Kami berterima kasih dan menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM Menyapa Komodo 2026 di Desa Golo Mori. Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kebutuhan warga, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi desa," tuturnya.
Koordinator Unit KKN-PPM UGM Menyapa Komodo 2026, Hifzan Hibatul Haqqi, mengungkapkan bahwa sambutan hangat dari masyarakat menjadi motivasi besar bagi seluruh tim.
"KKN menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar bersama masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah."
"Selama 50 hari ke depan, kami berharap dapat berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui berbagai program yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Selama periode pengabdian yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026, Tim KKN-PPM UGM Menyapa Komodo 2026 akan menjalankan beragam program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi lokal, pelestarian seni dan budaya, serta pengelolaan lingkungan.
Seluruh program dirancang berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan masyarakat setempat agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Program KKN-PPM UGM periode II tahun 2026 secara serentak menerjunkan 8.178 mahasiswa ke 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi di seluruh Indonesia.
Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim", program ini menargetkan penguatan sektor ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, pariwisata berbasis masyarakat, serta pencegahan stunting.
Unit Menyapa Komodo 2026 menjadi salah satu perwujudan nyata dari komitmen UGM dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui semangat gotong royong, Tim KKN-PPM UGM Menyapa Komodo 2026 berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan dampak positif yang terus dirasakan oleh masyarakat, serta mendukung kemajuan Desa Warloka Pesisir dan Desa Golo Mori. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin