Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diskusi di UGM Berujung Kericuhan, Wamen Sudaryono Bantah Tudingan Kabur

Esty Destina Rahmadhani • Selasa, 16 Juni 2026 | 14:06 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (ANTARA)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berada di kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (15/6/2026). (ANTARA)

 
 
RADAR JOGJA - Acara diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (15/6/2026) malam, berakhir ricuh.

Forum yang awalnya dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan mahasiswa itu terpaksa dibubarkan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.

Diskusi bertajuk Kopdar x NYL Bareng Mas Dar dengan tema Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia ini menghadirkan tiga tokoh penting, yaitu Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.

Audiens yang memadati auditorium Joglo GIK mayoritas adalah mahasiswa.

Baca Juga: Jalur Wisata Tergolong Ekstrem, Wisata Perbukitan Menoreh Butuh Perbaikan Infrastruktur


Kronologi Ketegangan di Atas Panggung


Acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB ketika ketiga narasumber naik ke panggung.

Sejak awal, atmosfer di dalam ruangan memang sudah terasa hangat.

Situasi mulai memanas saat Budiman Sudjatmiko melontarkan pernyataan yang mengajak audiens untuk menyampaikan kritik secara langsung.

"Kalau mau kritik jangan di medsos, langsung saja di sini," ujar Budiman saat diskusi berlangsung.


Ucapan tersebut rupanya memicu kekesalan sejumlah audiens.

Baca Juga: Polresta Sleman Monitor Kericuhan di GIK UGM, Tak Ada Mahasiswa yang Diamankan 

Tidak lama berselang, beberapa peserta diskusi nekat naik ke atas panggung.

Suasana langsung berubah riuh ketika mereka mengambil alih pengeras suara sambil meneriakkan pekik revolusi.

Melihat kondisi yang mulai tidak terkendali, tim keamanan UGM bersama tim pengawalan bergerak cepat mengamankan ketiga pembicara dari panggung.

Setelah insiden itu, Budiman Sudjatmiko tidak terlihat lagi di lokasi.


Diadang Massa dan Dialog Lesehan di Aspal


Ketegangan ternyata tidak berhenti di dalam gedung.

Saat Nusron Wahid dan Sudaryono hendak meninggalkan area GIK menggunakan mobil, kendaraan mereka justru diadang oleh massa mahasiswa.

Enggan menghindari situasi, Nusron dan Sudaryono memilih turun dari mobil.

Keduanya kemudian duduk bersila di atas aspal untuk melanjutkan diskusi secara spontan dengan mahasiswa yang memprotes mereka.

Dalam dialog lesehan tersebut, perdebatan berjalan sangat alot.

Baca Juga: Mentan Amran Penuhi Aspirasi Ratusan Petani Papua, Tambah Cetak Sawah dan Benih Komoditas Unggulan

Mahasiswa mencecar kedua pejabat dengan berbagai isu krusial, mulai dari alih fungsi lahan di Papua, kesejahteraan masyarakat, hingga persoalan pertanian dan agraria.


Adu mulut pun tidak terhindarkan.

Bahkan, situasi sempat diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan, serta adanya aksi pelemparan air.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan akhirnya menyarankan Nusron dan Sudaryono untuk segera meninggalkan lokasi.

Rombongan pun bergerak keluar kompleks kampus dengan pengawalan ketat, meski sempat dikejar oleh massa.

Baca Juga: 7 Wisata Susur Gua di Yogyakarta Paling Eksotis, Pas untuk Liburan Petualangan!


Klarifikasi dan Bantahan Wamen Sudaryono


Menanggapi insiden tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi resmi pada Selasa (16/6/2026).

Ia membantah keras narasi yang menyebut dirinya dan rombongan kabur karena takut berdialog.

"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegas Sudaryono.


Sudaryono menjelaskan bahwa sejak awal pihak pemerintah datang dengan niat baik untuk membuka ruang dialog yang demokratis.

Baca Juga: 5 Es Dawet Legendaris di Jogja, Kuliner Segar yang Wajib Dicoba

Acara tersebut juga sudah direncanakan matang dan mengantongi izin resmi dari pihak kampus UGM.

Menurutnya, mereka sempat berdiskusi dengan kondusif selama sekitar 30 sampai 40 menit sebelum akhirnya ada sekelompok orang yang memprovokasi agar forum dihentikan.

"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ungkapnya, menjelaskan alasan logis di balik keputusan mereka meninggalkan lokasi.


Siap Cek Lapangan Pakai Dana Pribadi

Terkait kritik tajam dari mahasiswa mengenai dugaan penggusuran dan konflik pertanahan, Sudaryono menyatakan pemerintah sangat terbuka terhadap masukan.

Ia bahkan menantang mahasiswa untuk melakukan verifikasi bersama secara langsung di lapangan.

"Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya," tutur Sudaryono.

Baca Juga: Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay Piala Dunia 2026 Selasa 16 Juni Kick Off 05.00 WIB

Ia juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada mayoritas mahasiswa yang sebenarnya hadir dengan niat baik untuk belajar dan berdiskusi, namun kenyamanannya terganggu akibat ulah sebagian kelompok.

"Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara maupun manajemen UGM belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait kericuhan tersebut.

Acara yang semula dijadwalkan selesai pukul 22.00 WIB itu terpaksa bubar total pada pukul 20.30 WIB. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Wamen Sudaryono #UGM #diskusi #kericuhan #Kabinet Merah Putih