Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketersediaan Hewan Kurban Nasional Surplus, Wamentan Sudaryono: Pasokan Aman

Yogi Isti Pujiaji • Rabu, 27 Mei 2026 | 19:07 WIB
 IDUL ADHA: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (kemeja putih, berpeci) menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, kompleks perkantoran pusat Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026). (ISTIMEWA)
IDUL ADHA: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (kemeja putih, berpeci) menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, kompleks perkantoran pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (27/5/2026). (ISTIMEWA)

 

JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini berada dalam kondisi aman, bahkan surplus. Berdasarkan laporan yang disampaikan, jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor. Sedangkan kebutuhannya diperkirakan pada kisaran 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.

Menurut Wamentan Sudaryono, kondisi tersebut menunjukkan pasokan ternak nasional dalam kondisi baik sekaligus menjadi gambaran daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan global.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujarnya di sela kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat, Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026).

Data nasional menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 lalu tercatat mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan 2024 sebanyak 2.033.995 ekor.

Optimisme tersebut juga tercermin dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Tahun ini sebanyak 49 ekor hewan kurban, terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing, terkumpul di Masjid Nurul Iman kantor pusat Kementerian Pertanian.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 2 ekor sapi dan 15 kambing, meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025. Lalu melonjak menjadi 41 ekor sapi dan 8 kambing pada 2026 ini.

In syaa Allah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Wamentan Sudaryono yang juga ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Hewan kurban berasal dari berbagai pihak. Mulai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban.

Guna memastikan penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 juru sembelih halal (juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

“Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” kata Wamentan Sudaryono.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda turut melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” paparnya.

Agung juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai lembaga masyarakat.

“Totalnya itu ada seribu lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun lalu 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.

Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional.

“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#kementan #kurban