Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Brigade Pangan Aceh Besar Gelar Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Padi Nasional

Yogi Isti Pujiaji • Selasa, 26 Mei 2026 | 07:47 WIB
TERJUN KE SAWAH: Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil bersama jajaran Polbangtan Yoma dan Brigade Pangan Sabee Seujahtera saat tanam serempak, Jumat (22/5/2026). (ISTIMEWA)
TERJUN KE SAWAH: Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil bersama jajaran Polbangtan Yoma dan Brigade Pangan Sabee Seujahtera saat tanam serempak, Jumat (22/5/2026). (ISTIMEWA)

 

ACEH BESAR — Dalam upaya menjaga stabilitas produksi padi nasional dan memperkuat ketahanan pangan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melaksanakan gerakan tanam serempak di Desa Barueh, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan optimalisasi lahan (oplah) ini melibatkan Brigade Pangan Sabee Seujahtera dengan pelaksanaan tanam serempak pada lahan seluas 2 hektare. Sebelumnya, brigade pangan tersebut telah melakukan penanaman seluas 30 hektare dari total target lahan 45 hektare.

Hadir mendampingi Brigade Pangan Sabee Seujahtera, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung percepatan tanam sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional. “Kami mendukung penuh kegiatan gerakan tanam ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Hermawan berharap, melalui sinergisitas antara pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan masyarakat, gerakan tanam serempak bisa menjadi penggerak penting dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Di Aceh Besar, gerakan tanam serempak turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian Astu Unadi, Wakil Bupati Aceh Besar Syukri A. Jalil, serta penanggung jawab swasembada pangan Provinsi Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Astu Unadi mengatakan, gerakan tanam serempak tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. “Tanam serentak bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai strategi, salah satunya optimalisasi lahan (oplah) melalui brigade pangan,” ucapnya.

Gerakan tanam di Aceh Besar menjadi salah satu titik pelaksanaan gerakan tanam serempak nasional yang digelar Kementerian Pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produksi padi nasional. Gerakan tanam serempak dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan gerakan tanam sangat ditentukan pada pengawalan di lapangan. Terutama oleh penyuluh pertanian bersama petani. “Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Menurut Idha, gerakan tanam serempak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.

Idha menjelaskan, target gerakan tanam kali ini mencapai sekitar 50 ribu hektare, meliputi lokasi optimalisasi lahan (oplah) 2024 seluas 21.093 hektare, oplah 2025 seluas 27.472 hektare, serta lahan cetak sawah rakyat (CSR) 2025 seluas 1.700 hektare. “Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” katanya.

Idha menambahkan, gerakan ini menjadi akselerator bagi petani untuk terus melakukan percepatan tanam pascapanen sehingga produktivitas dan indeks pertanaman meningkat, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. “Percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut percepatan tanam serentak sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
#Brigade Pangan #Polbangtan YoMa #Polbangtan #Kementerian Pertanian #BPPSDMP