Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kesaksian Asisten Masinis Ungkap Dugaan Error Sinyal di Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Bekasi Timur

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 28 April 2026 | 12:22 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas/jawapos.com)
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas/jawapos.com)
Sinyal di stasiun Bekasi menyala hijau, padahal sinyal berikutnya merah.
Sinyal di stasiun Bekasi menyala hijau, padahal sinyal berikutnya merah.

Bekasi – Dugaan error sistem persinyalan menjadi sorotan utama dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek mengungkapkan bahwa sinyal di stasiun Bekasi menyala hijau, padahal sinyal berikutnya merah, padahal seharusnya kuning sesuai prosedur blok terbuka.

Menurut kesaksian asisten masinis yang beredar luas, saat KA Argo Bromo Anggrek melintas Stasiun Bekasi dengan kecepatan tinggi sekitar 100 km/jam, lampu sinyal menunjukkan hijau.

Sementara sinyal di depannya sudah merah.

Baca Juga: Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur Memakan Korban, Prabowo: Segera Investigasi!

Dalam sistem persinyalan blok terbuka yang diterapkan di perkeretaapian Indonesia, jika sinyal berikutnya merah, maka sinyal sebelumnya seharusnya kuning sebagai peringatan agar masinis mengurangi kecepatan.

“Kenapa saat kejadian lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala hijau?” demikian pertanyaan krusial yang diangkat dari kesaksian tersebut.

Asisten masinis juga sempat mencoba menghubungi Pusat Kendali (PK), namun tidak sempat menerima informasi sebelum tabrakan terjadi.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 20.52-20.55 WIB.

Baca Juga: Jateng Perkuat Posisi Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Religi bagi umat Hindu dan Buddha Dunia

KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) menabrak dari belakang gerbong KRL Commuter Line tujuan Cikarang yang sedang berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

Tabrakan ini menyebabkan gerbong belakang KRL (khusus penumpang wanita) ringsek parah.

Penyebab awal kecelakaan diduga berawal dari insiden terpisah: sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal, sehingga KRL sebelumnya tertahan.

Akibatnya, jalur belum steril ketika KRL berikutnya berhenti menunggu, dan KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat mengerem.

Baca Juga: KAI Pastikan 14 Penumpang Meninggal, 84 Luka Dirawat di 9 Rumah Sakit Dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban terus bertambah.

Data terbaru menyebutkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka yang dirawat di berbagai rumah sakit seperti RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati, RS Siloam, hingga RS Mitra Keluarga.

Seluruh biaya pengobatan dan pemakaman ditanggung KAI dan asuransi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah meminta maaf atas insiden ini dan fokus pada evakuasi serta penanganan korban.

Baca Juga: Di Tengah Ancaman Global, Cadangan Beras RI 5 Juta Ton, DPR Angkat Topi

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didukung Kementerian Perhubungan akan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa data logger persinyalan, komunikasi pusat kendali, dan prosedur operasional.

Pengamat transportasi menekankan pentingnya memeriksa kemungkinan wrong side failure (kegagalan sinyal yang menampilkan informasi keliru) atau pelanggaran prosedur.

Sampai hasil investigasi resmi keluar, masyarakat diminta menunggu fakta lengkap dari KNKT agar tidak muncul spekulasi berlebih.

Insiden ini sempat melumpuhkan jalur Bekasi-Cikarang dan berdampak pada perjalanan KA jarak jauh lainnya.

Baca Juga: Sejarah Busana Adat Jawa: Keanggunan Basahan dan Kemegahan Paes Ageng

KAI Daop 1 Jakarta dan Daop 8 Surabaya telah membatalkan beberapa perjalanan serta menyiapkan refund penuh bagi penumpang terdampak.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya keandalan sistem persinyalan dan komunikasi real-time dalam operasional kereta api yang semakin padat di wilayah Jabodetabek. (red)

(Sumber: Kesaksian asisten masinis via akun transportasi, pernyataan resmi KAI, dan update korban per 28 April 2026)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Argo Bromo Anggrek KRL Bekasi Timur #error sinyal #kesaksian asisten masinis #knkt #tabrakan kereta api