Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Menjadi 7 Orang, 3 Masih Terjepit

Jihad Rokhadi • Selasa, 28 April 2026 | 08:33 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas/jawapos.com)
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas/jawapos.com)

 
BEKASI
– Proses evakuasi dramatis pasca-kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus berlanjut hingga Selasa (28/4) pagi. Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin, memberikan pembaruan terkini mengenai jumlah korban dalam insiden maut yang terjadi sejak Senin (27/4) malam tersebut.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai tujuh orang. Sementara puluhan penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

”Saya meng-update jumlah korban pada kecelakaan kereta pada tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan ada yang masih terperangkap ada 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” ungkap Bobby saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga: 9 KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Tabrakan KRL–Argo Bromo di Bekasi Timur, Ini Daftarnya

Evakuasi Berlangsung 9 Jam, 3 Korban Masih Terjepit Hingga pagi ini, Tim SAR Gabungan telah bekerja keras selama kurang lebih sembilan jam di lokasi kejadian. Medan yang sulit dan kondisi gerbong yang ringsek membuat petugas harus ekstra waspada dalam mengeluarkan korban, terutama mereka yang masih dalam kondisi selamat namun terhimpit material kereta.

Bobby mengakui bahwa proses penyelamatan ini memakan waktu yang tidak sebentar demi memastikan keselamatan korban.

”Evakuasi ini terus terang cukup lama, dan kami lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali,” ujarnya menekankan pentingnya presisi dalam proses tersebut.

Informasi senada disampaikan oleh Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio. Ia menjelaskan bahwa dari total tujuh korban yang terjepit di dalam gerbong KRL sejak semalam, saat ini tersisa tiga orang yang masih dalam proses pengangkatan.

”3 orang (korban masih ada di dalam gerbong),” kata Ramli saat dikonfirmasi oleh awak media pagi ini.

KAI Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan dan Pemakaman Pihak PT KAI memastikan bahwa seluruh korban kecelakaan akan mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Perusahaan plat merah ini menjamin seluruh biaya pengobatan bagi korban luka-luka serta biaya pemakaman bagi korban yang tutup usia akan ditanggung sepenuhnya melalui asuransi dan kas internal KAI.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, merinci bahwa para korban telah dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.

Baca Juga: Detik-detik KA Agro Bromo Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Berawal dari Taksi Hijau Mogok di Perlintasan

”Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, Rumah Sakit Bella Bekasi, Rumah Sakit Primaya, Rumah Sakit Mitra Plumbon Cibitung, Rumah Sakit Bakti Kartini, Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur, Rumah Sakit Hermina, serta Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat,” terang Anne dalam keterangan tertulisnya.

Anne juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang mengganggu layanan transportasi publik ini dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah kemanusiaan.

”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR, Basarnas, dan tim teknis KAI masih berada di Stasiun Bekasi Timur untuk menuntaskan proses evakuasi tiga korban terakhir yang masih terjepit di dalam gerbong.

Editor : Jihad Rokhadi
#kecelakaan krl #kecelakaan kereta api #tabrakan kereta api #bekasi timur