BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan masinis KA Argo Bromo Anggrek selamat dalam insiden tabrakan dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kondisi masinis dalam keadaan aman usai kejadian yang berlangsung pada Senin malam (27/4).
"Masinis puji Tuhan aman," kata Anne Purba di lokasi kejadian, Selasa (28/4).
Menurut Anne, saat ini fokus utama petugas di lapangan adalah proses evakuasi korban. Pasalnya, masih terdapat penumpang yang terjepit di dalam rangkaian kereta, khususnya pada gerbong perempuan KRL yang mengalami dampak cukup parah.
"Ini fokus ke evakuasi. Dari evakuasi nanti pasti ada tim yang melakukan evaluasi," imbuhnya.
Baca Juga: 9 KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Tabrakan KRL–Argo Bromo di Bekasi Timur, Ini Daftarnya
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL lintas Bekasi. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan awak media, insiden bermula saat KRL berhenti setelah mengalami temperan dengan sebuah mobil di perlintasan.
Informasi internal yang diterima menyebutkan:
”Info lintas Daop 1 Jakarta: Terima info JPL 85 PLB 5181 tertemper mobil. Kemudian ka 4 melintas langsung Bekasi oleh PPKP sudah diinstruksikan untuk berhati-hati dikarenakan di jalur hilir terjadi temperan dan didepannya PLB 5568a,” bunyi informasi tersebut.
Meski telah ada instruksi kewaspadaan, tabrakan tidak dapat dihindari. KA Argo Bromo Anggrek yang melintas kemudian menabrak KRL dari arah belakang.
Baca Juga: 240 Penumpang Selamat, 38 Korban KRL Dirawat Usai Insiden di Bekasi Timur
Akibat kejadian ini, bagian belakang KRL mengalami kerusakan parah. Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi gerbong yang hancur, sementara proses evakuasi korban masih terus berlangsung hingga saat ini.
KAI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah proses evakuasi selesai guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa terulang.
Editor : Jihad Rokhadi