RADAR JOGJA - Sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional ENI temukan sumur gas raksasa di wilayah Republik Indonesia.
Temuan ini berada di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur.
Sumur gas raksasa ini memiliki potensi besar sebagai sumber energi yang dapat mencukupi kebutuhan migas dalam negeri.
Dari keterangan ENI, sumur gas raksasa berpotensi menghasilkan lebih banyak sebesar 3.000 MMSCFD pada tahun 2030 mendatang, dibandingkan produksi saat ini sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.
Baca Juga: Aksi Gendam Modus Ngobrol di Magelang Terungkap Setelah Hampir Lima Bulan, Empat Perhiasan Raib
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia optimistis meningkatnya produksi ENI sejalan dengan strategi pemerintah untuk mampu memenuhi kebutuhan energi dari dalam negeri.
Melansir dari Antara, Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter.
Penemuan ini menjadi catatan keberhasilan ENI dalam mengeksplorasi sumber daya alam di Cekungan Kutai.
Sebelumnya, Eni juga berhasil menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan Sumur Konta-1 pada 2025.
Penemuan sumur gas ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas.
Yaitu, Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Menurut Bahlil penemuan ini memberikan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.
ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.
Pemerintah mendorong agar temuan ini dapat segera ditindaklanjuti menuju tahap pengembangan produksi.
Sehingga, manfaat ekonominya bisa dirasakan masyarakat, seperti terciptanya lapangan pekerjaan, kebutuhan gas industri dan masyarakat bisa terpenuhi.
Editor : Meitika Candra Lantiva