Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menanti Awal April: Harga BBM Berpotensi Naik di Tengah Gejolak Global

Magang Radar Jogja • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:48 WIB
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).

RADAR JOGJA - Awal April 2026 akan menjadi momen ditunggu-tunggu, sebab harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi naik di tengah gempuran geopolitik Amerika-Israel dan Iran.

Isu kenaikan BBM hingga 10 persen mulai April 2026 pun semakin menyeruak di masyarakat.

Seperti pola yang sudah berlangsung, perubahan harga biasanya diumumkan setiap tanggal 1 pukul 00.00 WIB.

Namun kali ini, bayang-bayang kenaikan terasa lebih kuat seiring tekanan global yang terus meningkat.

Baca Juga: Seleksi Sekda Kota Jogja Terbuka Nasional, BKPSDM: Harus Lebih Pintar dari Wali Kota

Hingga akhir Maret, harga BBM di berbagai stasiun pengisian seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Energy masih bertahan di level sebelumnya.

BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar pun belum mengalami perubahan.

Namun, untuk BBM nonsubsidi, tren kenaikan sudah mulai terlihat sejak awal Maret, meski masih dalam kisaran terbatas.

Di balik ketidakpastian ini, situasi global menjadi faktor utama.

Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz, mendorong harga minyak dunia melonjak tajam.

Baca Juga: Praka Farizal Dikenal Sebagai Pemuda yang Aktif di Masyarakat Sejak Sebelum Menjadi TNI

Harga minyak Brent bahkan telah menembus lebih dari US$116 per barel, sementara WTI berada di atas US$100 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga energi dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut berimbas langsung pada potensi penyesuaian harga BBM di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memperkirakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex bisa naik sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter.

Menurutnya, lonjakan ini tak lepas dari meningkatnya beban kompensasi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Baca Juga: Magnet Lampion Borobudur saat Waisak, Wisatawan Rela Menginap hingga Tiga Malam di Magelang

Tanpa penyesuaian harga atau realokasi anggaran yang signifikan, selisih antara harga keekonomian dan harga jual berisiko membebani keuangan negara maupun arus kas perusahaan energi.

Lebih jauh, potensi kenaikan harga BBM juga dikhawatirkan memicu efek berantai ke sektor lain.

Inflasi, terutama pada komoditas pangan, diprediksi bisa terdorong naik hingga kisaran 6 - 7 persen jika tekanan terus berlanjut.

Di tengah situasi ini, masyarakat pun berada dalam posisi menunggu, antara harapan harga tetap stabil atau bersiap menghadapi kenaikan yang tampaknya sulit dihindari. (Lintang Perdana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#potensi naik #Awal April #gejolak global #harga BBM