Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sikapi Pembatasan Penggunaan Medsos, Kalangan Pelajar Mengaku Awalnya Terasa Berat, tapi Setuju karena demi Kebaikan ke Depan

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 30 Maret 2026 | 07:59 WIB
Anak-anak mengakses media sosial menggunakan telepon genggam di Saragan, Pandowoharjo, Sleman, Minggu (29/3/2026). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
Anak-anak mengakses media sosial menggunakan telepon genggam di Saragan, Pandowoharjo, Sleman, Minggu (29/3/2026). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
KEBUMEN - Kalangan pelajar menyambut positif keputusan pemerintah melakukan pembatasan penggunaan media sosial (medsos) bagi anak-anak. 
Meski dinilai cukup berat, penerapan kebijakan itu tetap didukung karena demi melindungi anak dari dampak negatif medsos.
Pelajar SMPN 1 Buluspesantren, Kabumen Naila Latifah Amin mengatakan, pada tahap awal penerapan kebijakan ini mungkin menimbulkan kegelisahan.

Baca Juga: Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama Ungkap Waktu Latihan Ideal: Pagi Terasa Nyaman, Sore Lebih Siap

Sebab, selama ini sebagian besar pelajar sudah terbiasa menggunakan medsos dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap hadirnya kebijakan itu kelak membawa dampak positif. "Awalnya pasti berat, karena setiap hari berjam-jam scrool medsos. Tapi demi kebaikan, pembatasan medsos tidak masalah," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (27/3/2026).
Naila tak menampik penggunaan medsos yang telalu berlebihan telah menjadi kebiasaan. Perilaku ini bahkan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Tidak Pakai KBPU, Pembangunan Titik PJU Permukiman Sleman Sepenuhnya akan Gunakan APBD

 Oleh karena itu, adanya kebijakan pembatasan dianggap langkah tepat untuk mengurangi ketergantungan penggunaan medsos. "Biasanya main HP sampai lupa waktu. Dari sore sampai malam," ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan medsos yang tidak terkontrol dapat mengganggu proses belajar.
Parahnya lagi kebebasan di ruang digital ini terkadang membuat lupa untuk berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar. 

Baca Juga: Dulu Dianggap Mistis, Kini Praktik Hipnoterapi Diakui Ilmiah dan Disertifikasi di UGM

Dari kebijakan pemerintah itu diharapkan mengurangi efek kecanduan yang berdampak pada kesehatan.

"Mungkin jadi jalan terbaik, walaupun berat karena tidak pakai medsos," ucap Naila.

Hal senada diungkapkan pelajar lain, Raihan Widodo yang ikut mendukung langkah pemerintah terkait pembatasan medsos.

Baca Juga: Wedang Ereng-Ereng, dari Pundong, Bantul, Mirip Wedang Uwuh, Lahir dari Luka dan Kesetiaan

Dia menilai selama ini medsos belum digunakan secara bijak oleh kalangan pelajar.

Dia sepakat penggunaan medsos secara terbatas akan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak dan remaja.

"Bisa lebih aktif belajar. Main medsos kalau tidak kontrol bisa saja untuk hal-hal negatif," ujarnya. (fid/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#SMPN 1 Buluspesantren #Medsos #pelajar #pembatasan #komdigi