Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report

DPR Minta Wacana WFH untuk Tekan BBM Dikaji Ulang, Soroti Dampak Ekonomi

Bahana. • 2026-03-29 19:55:31
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU (Pinterest).
Wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) mendapat perhatian dari DPR RI. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji ulang agar tidak meleset dari kondisi riil di lapangan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, menilai target efisiensi energi hingga 20 persen yang disampaikan pemerintah masih perlu ditelaah lebih dalam. Menurutnya, kebijakan penghematan energi harus berbasis perhitungan matang, bukan sekadar asumsi.

“WFH satu hari belum tentu efektif menurunkan konsumsi BBM. Ada potensi pergeseran aktivitas, dari mobilitas kerja menjadi mobilitas non esensial,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/3), dikutip dari laman DPR RI.

Ia menjelaskan, tanpa pembatasan aktivitas seperti saat pandemi, masyarakat tetap akan melakukan perjalanan. Bahkan, jika kebijakan tersebut diterapkan mendekati akhir pekan, bukan tidak mungkin justru mendorong peningkatan mobilitas ke luar kota.

Baca Juga: Papan Tengah Belum Jaminan Aman, PSIM Jogja Masih Dibayangi Risiko di Sisa Delapan Laga

Selain itu, Ateng juga mengingatkan adanya potensi dampak ekonomi yang perlu diperhitungkan. Berkurangnya aktivitas perkantoran dinilai dapat menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan kerja, mulai dari pedagang kaki lima hingga pengemudi transportasi daring.

Di sisi lain, ia menilai penghematan energi melalui WFH juga belum tentu signifikan karena adanya pergeseran biaya ke rumah tangga, seperti peningkatan konsumsi listrik.

“Masalah utamanya bukan pada jumlah konsumsi semata, tetapi pada siapa yang menikmati subsidi. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk lebih fokus pada pembenahan distribusi subsidi energi agar tepat sasaran. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperketat penyaluran BBM bersubsidi, termasuk membatasi penggunaannya bagi kendaraan dengan kapasitas mesin besar.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam menekan konsumsi BBM tanpa membebani masyarakat kecil. Ia juga menekankan pentingnya percepatan reformasi subsidi agar bantuan energi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

Penulis: Ferry Aditya

Editor : Bahana.
#kerja 4 hari di berbagai negara #wacana wfh #dampak ekonomi #wfh #DPR RI