Presiden Prabowo tiba pukul 7.20 WIB di Masjid Darussalam, yang berada di komplek hunian sementara penyintas bencana banjir di Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Presiden Prabowo berada di masjid tersebut dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Sementara itu, para pejabat yang ikut menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Masjid Darussalam antara lain Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, dan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Darussalam Agus Gani.
Setelah tiba, Prabowo langsung menuju ke dalam masjid untuk mengikuti salat Idul Fitri bersama warga penyintas bencana banjir di Aceh Tamiang.
Hari Raya Idul Fitri kali ini menjadi simbol kekuatan dan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk selalu hadir di tengah rakyat, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat persatuan bangsa.
Shalat di Masjid Darussalam
Prabowo Subianto menunaikan ibadah salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu.
Dipantau melalui siaran langsung Sekretariat Presiden dari Jakarta, Sabtu, Presiden Prabowo tiba di masjid sekitar pukul 07.20 WIB dengan mengenakan baju koko putih, celana hitam, serta peci hitam.
Prabowo memasuki ruangan masjid dengan didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Prabowo kemudian duduk di saf terdepan bersebelahan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang berada di sebelah kanan dan Teddy di sebelah kiri.
Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Salat Id tersebut berlangsung pukul 07.30 WIB dengan dipimpin Tengku Junaidi yang merupakan imam Masjid Darussalam, Aceh Tamiang.
Ibadah salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Darussalam tersebut dihadiri oleh sekitar 1.300 jamaah yang terdiri atas penghuni Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang serta masyarakat sekitar.
Editor : Bahana.