Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Habiburokhman, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
DPR mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
Habiburokhman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya agar penyelidikan dilakukan secara cepat.
Selain itu, ia meminta pengamanan maksimal terhadap Andrie Yunus guna mencegah kemungkinan terjadinya ancaman atau kekerasan lanjutan.
“Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan,” ujar Habiburokhman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/3), dikutip dari laman resmi DPR RI.
Menurutnya, segala bentuk kekerasan terhadap warga negara tidak dapat ditoleransi.
Ia menegaskan perbedaan pandangan seharusnya tidak disikapi dengan tindakan kekerasan maupun aksi premanisme.
Habiburokhman juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap setiap warga negara dijamin dalam konstitusi.
Ia merujuk pada Pasal 28G UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi serta rasa aman dari ancaman yang menimbulkan ketakutan.
Komisi III DPR, lanjutnya, akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut agar penyidikan berjalan secara profesional.
DPR juga meminta negara menanggung seluruh biaya pengobatan korban agar dapat segera pulih.
Insiden penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis (12/3) malam di kawasan Jakarta Pusat.
itu, Andrie Yunus baru saja menghadiri rekaman siniar bertajuk
“Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa Andrie diserang oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 23.00 WIB.
Kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat produksi sekitar tahun 2016 hingga 2021.
Menurut Dimas, salah satu pelaku berperan sebagai pengemudi sementara pelaku lainnya sebagai penumpang yang menyiramkan cairan diduga air keras ke arah korban.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, dan area mata.
"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ungkapnya.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie Yunus diketahui mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat serangan tersebut.
KontraS menyatakan pelaku sempat melawan arus di Jalan Talang, Jakarta Pusat, sebelum menghampiri korban. Setelah menyiramkan cairan tersebut, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.