RADAR JOGJA - Kematian Nizam Safei bocah 12 tahun asal Sukabumi masih menjadi perhatian publik.
Sang ibu kandung, Lisnawati memberikan pernyataannya di hadapan publik.
Ia mengaku terpukul mendengar kabar bahwa putra sulungnya diduga menjadi korban tindak kekerasan oleh ibu tirinya, TR.
"Saya menyesal. Kalau tahu anak saya (mendapat kekerasan, Red), saya pasti ambil anak saya," ungkap perempuan yang akrab disapa Lisna, saat diundang di sebuah kanal TV Nasional.
Lisna mengaku, semenjak bercerai dengan ayah Nizam, Anwar Satibi, lima tahun lalu, ia belum pernah sekali pun bertemu dengan putranya itu.
Terakhir bertemu saat Nizam berusia 7 tahun.
Mantan suaminya membatasi Nizam bertemu dengan ibu kandungnya, sekalipun untuk berkomunikasi melalui telepon.
Bahkan yang membuat hatinya getir, ia diisukan telah meninggal dunia.
"Ayahnya mengatakan bahwa ibu kandung Nizam sudah meninggal, Bunda jangan pernah menelepon sama si Raja (sebutan Nizam), karena si Raja sudah dibilangin bahkan bunda mah sudah meninggal di luar negeri," tutur Lisna, saat mencoba menghubungi anaknya yang kemudian dijawab mantan suaminya itu.
Kakak Lisna juga sempat mendatangi kediaman mantan suaminya untuk sekadar bertemu Nizam dan mengajak menginap satu malam.
Tapi lagi-lagi Anwar melarang dan menyembunyikan Nizam.
"Padahal ke sana itu karena ibu saya pengen bertemu anak saya. Di sana diumpetin tidak diizinkan ikut, padahal anaknya pengen ikut," beber Lisna.
"Sehari saja ayah, dede pengen ikut," ungkap Nizam yang memamnggil kakak Lisna dengan sebutan ayah.
Lisna berharap, penyebab kematian anaknya segera terungkap. Dan pelaku dihukum seadil-adilnya.
"Itu juga untuk keadilan anak saya," ungkap Lisna dengan suara parau.
Diketahui Nizam Syafei meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit di Sukabumi.
Nizam yang kala itu dipulangkan dari pondok pesantren lantaran sakit panas, ketika di rumah justru keadaannya semakin memprihatinkan.
Di bagian wajah dan tubuh terdapat luka melepuh.
Sebelum meregang nyawa, Nizam sempat mengaku bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.
Nizam juga mengalami kekerasan fisik berupa pukulan.
Nizam terbaring lemah dan sulit mengungkapkan kata-kata.
Nyawa Nizam tak selamat, ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 19 Februari 2026. (Nur Aisyatul Jannah NR)
Editor : Meitika Candra Lantiva