Diperkirakan pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 WITA.
Dari innformasi yang beredar, radar mendeteksi koordinat terakhir pesawat berada di sekitar wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pesawat tersebut mengangkut total 11 orang yang terdiri atas 8 orang kru dan 3 orang penumpang.
Pesawat ATR tersebut berangkat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 12.20.
Namun, hingga waktu yang ditentukan, pesawat tidak kunjung mendarat dan dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA.
Berdasarkan data manifes yang dihimpun, pesawat ATR 400 tersebut membawa total 11 orang, dengan rincian, penumpang: 3 Orang, kru Pesawat: 8 Orang.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan bersama Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar menyatakan, tim rescue telah diberangkatkan ke koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang berlokasi di sekitar kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros.
"Kami telah memberangkatkan tim pertama sebanyak 5 orang untuk asesmen, disusul tim kedua sebanyak 15 personel. Kami juga akan segera memberangkatkan potensi SAR tambahan sekitar 40 orang untuk memperkuat pencarian," jelas Andi Sultan, Sabtu (17/1).
Basarnas Makassar juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, antara lain, satu unit mobil truk personel, satu unit rescue car, satu unit drone untuk pemantauan udara di medan yang sulit.
Medan di wilayah Maros dan Pangkep yang didominasi oleh pegunungan karst dan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian ini.
Basarnas terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Makassar dan pihak maskapai untuk memantau setiap perkembangan informasi.
Editor : Bahana.