Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru Dikeroyok Siswa di Jambi Usai Menampar Murid yang Menegur dengan Kata Tak Pantas

Magang Radar Jogja • Jumat, 16 Januari 2026 | 15:15 WIB
Guru yang mengalami komplain dari para murid serta potongan video guru di Jambi yang dikeroyok oleh siswanya sendiri.
Guru yang mengalami komplain dari para murid serta potongan video guru di Jambi yang dikeroyok oleh siswanya sendiri.

RADAR JOGJA - Sebuah video ramai di media sosial sebab menunjukan adanya kericuhan yang terjadi antara guru dan siswa pada sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kericuhan yang berujung pada aksi pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (13/01/2026) diakibatkan karena rasa tersinggung atas ucapan tidak sopan dari salah seorang siswanya.

Melansir Kaltim Post, kericuhan yang berujung pada aksi pengeroyokan tersebut terjadi di Jambi, tepatnya di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur.

Peristiwa itu dilakukan oleh sejumlah siswa di lingkungan sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung.

Insiden pengeroyokan tersebut bermula ketika seorang siswa berteriak dengan kata-kata kasar dan tidak sopan yang ditujukan kepada Agus Saputra, guru yang sedang mengajar saat itu.

Merasa tersinggung karena harga dirinya direndahkan, Agus kemudian masuk ke dalam kelas dan menanyakan siapa pelaku ucapan tersebut.

Salah satu siswa pun mengaku, namun justru bersikap menantang.

Sikap tersebut memicu emosi Agus hingga berujung pada tindakan penamparan terhadap siswa tersebut.

“Ada siswa menegur namun tidak sopan ke saya, cara menegurnya dengan meneriaki saya menggunakan kata yang tidak sopan. Dia tantang saya, saya refleks tampar mukanya,” ungkap Agus, melansir dari Zona Mahasiswa.

Selain itu, terdapat juga pengakuan dari para siswa.

Jika melihat dari kronologi yang diungkapkan siswa, kericuhan ini bermula ketika Agus melontarkan kata “miskin” dan hal tersebut dianggap sebagai sebuah penghinaan oleh siswa.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Agus. Menurutnya, kata ataupun kalimat yang dia lontarkan adalah bentuk motivasi untuk siswa-siswinya.

“Saya bilang ‘kalau kurang mampu, kalau bisa jangan kita macam-macam,’ itu motivasi secara kalimat,” ungkap Agus, melansir dari Zona Mahasiswa.

Usai tindakan penamparan tersebut, pihak sekolah sempat melakukan upaya mediasi.

Namun, mediasi tidak berjalan mulus setelah Agus menantang para siswa untuk membuat petisi apabila tidak lagi menginginkannya mengajar.

Di sisi lain, para siswa menuntut permintaan maaf dari Agus, sehingga proses mediasi tersebut akhirnya gagal mencapai kesepakatan.

Usai mediasi dinyatakan gagal, Agus keluar dari ruang guru.

Namun, saat berada di lingkungan sekolah, ia justru menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

Dalam kondisi terdesak, Agus sempat mengambil sebilah celurit yang tersedia di ruang guru dan gudang sekolah mengingat SMK tersebut merupakan sekolah pertanian.

Ia mengaku tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi diri karena para siswa tidak hanya memukulinya dengan tangan kosong, tetapi juga melemparinya dengan batu.

Viralnya kasus tersebut mendorong Ketua OSIS SMK di Jambi untuk menyampaikan klarifikasi. Perwakilan SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur itu menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi.

Dalam klarifikasinya, ia juga menyebut bahwa Agus dinilai tidak disukai sebagian siswa karena dianggap kerap bersikap menindas.

Di akhir video, Ketua OSIS berharap agar Agus dapat dimutasi ke sekolah lain.

“Saya menyampaikan permintaan maaf pada instansi yang terlibat atas pengeroyokan ini. Oknum tersebut juga sering menindas kami di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur. Kami ingin beliau dipindah ke tempat lainnya, karena kami merasa tidak nyaman jika beliau masih di SMK ini,” ungkap Ketua OSIS SMK 3 Tanjung Jabung Timur, melansir dari Figur News.

(Salwa Caesy)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#guru dikeroyok siswa #SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur #Kata Tak Pantas #jambi #Viral #Murid #Guru di Jambi Dikeroyok Siswa