Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Evaluasi Semester Pertama, Kemensos Klaim Sekolah Rakyat Catat Kemajuan Positif

Magang Radar Jogja • Kamis, 1 Januari 2026 | 17:05 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf

Penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu semester menunjukkan hasil positif.

Evaluasi dilakukan terhadap tiga aspek utama, yakni fisik dan kesehatan, psikososial dan talenta, serta capaian akademik siswa.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan siswa sejak awal masuk hingga setelah satu semester pembelajaran.

“Sekolah Rakyat sudah hampir satu semester berjalan. Oleh karena itu saat paling tepat sekarang ini melakukan evaluasi pelaksanaan dari Sekolah Rakyat,” ujar M. Nuh usai menghadiri Doa

Bersama untuk Sumatra di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, aspek fisik dan kesehatan menjadi perhatian utama karena sejak awal siswa telah dipetakan kondisi berat badan, tinggi badan, kebugaran, hingga kesehatan secara umum.

“Waktu masuk dulu seperti apa, berat badan, tinggi badan (hingga) tingkat kesehatan dan kebugarannya. Setelah satu semester apa yang berubah. Before and after dari sisi kesehatan dan kebugaran,” katanya.

Selain itu, evaluasi juga mencakup aspek psikososial dan talenta. Menurut M. Nuh, setiap siswa memiliki peta talenta yang menjadi dasar pengembangan pembelajaran.

“Setiap anak punya kartu yang namanya talenta. Berangkat dari talenta inilah sebenarnya yang ingin kita kembangkan. Tidak hanya aspek akademiknya semata,” ujarnya.

Aspek ketiga yang dinilai adalah capaian akademik. Ketiga indikator tersebut menjadi dasar penilaian perkembangan siswa Sekolah Rakyat.

M. Nuh mencontohkan seorang siswa bernama Azril dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang sebelumnya belum mampu membaca dan menulis karena kondisi tertentu, namun kini mengalami perkembangan signifikan.

“Itu tadinya tidak bisa baca-tulis karena kondisi tertentu. Tapi dengan dengan peta talenta, kita ketahui peta talentanya punya semangat yang kuat. Maka Alhamdulillah dengan pendekatan yang tepat akhirnya di bisa membaca dan menulis, bahkan ranking tiga di kelasnya,” ungkapnya.

Hasil evaluasi menyeluruh Sekolah Rakyat dijadwalkan akan diumumkan pada Januari 2026. Penilaian dilakukan tidak hanya melalui ukuran konvensional, tetapi juga menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI).

“Sekolah Rakyat bukan profit oriented, tapi investasi sosial, maka yang kita ukur adalah SROI-nya berapa. Sehingga dari situ tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya berapa. Tetapi nilai sosial berapa yang bisa kita telurkan dari Sekolah Rakyat itu,” jelas M. Nuh.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat di 166 daerah secara umum berjalan baik meski masih terdapat sejumlah hal yang perlu terus diperbaiki.

“Alhamdulillah secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Hari ini kita lihat bagaimana proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat mulai menampakkan hasil-hasilnya,” kata Gus Ipul.

Ia juga mengaku terharu melihat mulai munculnya bakat dan potensi para siswa.

“Saya merasa terharu karena mulai nampak bakat-bakat dari siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, sejak awal siswa Sekolah Rakyat tidak melalui tes akademik, melainkan diawali pemeriksaan kesehatan dan pemetaan talenta berbasis teknologi DNA Talent untuk mengetahui minat dan potensi mereka.

“Dari situ kita bisa mengetahui dan sekaligus nanti membimbing serta mengarahkan sebaiknya mereka nanti berprofesi di bidang apa,” katanya.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau disiapkan menjadi tenaga kerja terampil, baik di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah juga menyiapkan pendampingan bagi siswa yang memilih jalur wirausaha.

“Pada prinsipnya, kita sudah memikirkan hilirisasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini.

Lulusannya seperti apa nanti, tindak lanjutnya dan proses-proses pendidikan yang harus dilakukan di lingkungan Sekolah Rakyat,” pungkas Gus Ipul.

Sebagai informasi, hingga kini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi dengan daya tampung 15.820 siswa yang terbagi dalam sekitar 638 rombongan belajar, didukung 10.500 guru dan 4.442 tenaga kependidikan.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#gus ipul #Sekolah Rakyat