Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup sementara jalur naik Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai 1 Januari 2026, karena cuaca yang tidak baik.
"Ditutup terhitung mulai tanggal 1 Januari 2026 hingga 31 Maret 2026," kata Kepala BTNGR, Yarman.
Enam jalur pendakian di Gunung Rinjani ditutup sementara, yaitu jalur Senaru, Sembalun, Torean, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.
Pemberlakuan penutupan jalur ini dilakukan sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kehutanan Nomor 7 tahun 2025 terkait tindakan mitigasi untuk mengatasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi kelas I Mataram, saat ini sedang berlangsung peralihan cuaca menuju musim hujan 2025/2026 dan terdeteksi adanya bibit siklon tropis 93S.
Kondisi ini bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti hujan deras dan angin kencang yang muncul tiba-tiba dan hanya terjadi di beberapa daerah.
Selain itu, kondisi ini juga berpotensi memicu terjadinya banjir, longsor, dan badai angin.
Dengan adanya penutupan sementara tersebut, kegiatan pendakian ke Gunung Rinjani berakhir dengan check-in terakhir pada 31 Desember 2025 dan check-out terakhir pada 3 Januari 2026.
Penutupan sementara ini dilakukan untuk melindungi keselamatan pengunjung serta memberi waktu bagi alam untuk pulih kembali di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.