Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Pantau Tiga Siklon Sekaligus, Risiko Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Meningkat

Magang Radar Jogja • Selasa, 16 Desember 2025 | 22:43 WIB

Potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
Potensi cuaca ekstrem di Indonesia.


RADAR JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya tiga sistem siklon yang saat ini mengelilingi wilayah Indonesia.

Ketiga sistem tersebut terdiri atas Siklon Tropis Bakung, Bibit Siklon 93S, dan Bibit Siklon 95S yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah daerah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).


Ia menjelaskan bahwa siklon tropis bakung terdeteksi berkembang di barat daya lampung dan saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Namun intensitasnya sempat mmeningkat dari kategori sastu ke kategori lainnya

Ia menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bakung terdeteksi berkembang di barat daya Lampung dan saat ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Namun intensitasnya sempat meningkat dari kategori 1 ke kategori 2.

“Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama, Siklon Bakung,” ujar Faisal dalam rapat tersebut.

BMKG mencatat, pada 14 Desember 2025, Siklon Bakung sempat mencapai kategori 3 dengan kecepatan angin hingga 65 knot sebelum kembali melemah.

Meski pusat siklon bergerak menjauh, BMKG menegaskan dampak tidak langsungnya tetap signifikan.

Siklon ini berpotensi meningkatkan curah hujan serta memicu gelombang tinggi di wilayah perairan barat Sumatera hingga selatan Jawa dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Bibit Siklon 93S terpantau berada di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur.

Sistem ini berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

Kondisi gelombang laut di perairan selatan Jawa dan Bali juga diperkirakan meningkat dan berisiko bagi aktivitas pelayaran.

Bibit siklon lainnya, yakni Bibit Siklon 95S, terdeteksi di selatan Papua.

Meski posisinya relatif jauh dari daratan utama, sistem ini tetap berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan dan ketidakstabilan atmosfer di kawasan timur Indonesia.

BMKG menyebut kombinasi tiga sistem siklon ini dapat memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi, disertai angin kencang dan gelombang laut yang berbahaya.

Selain itu, potensi anomali cuaca ekstrem dapat semakin meningkat apabila didukung oleh faktor atmosfer lain, seperti aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO).

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BMKG telah berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, dan Basarnas, serta mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada.

“Kami terus memantau dinamika siklon dan meminta masyarakat bersiap menghadapi curah hujan tinggi serta gelombang tinggi,” kata Faisal.

BMKG juga mencatat potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Indonesia, bahkan gelombang sangat tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, nelayan, dan aktivitas kelautan lainnya.

Selain itu, Indonesia diperkirakan akan memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026.

Sejumlah wilayah seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi mengalami peningkatan curah hujan signifikan.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG telah melakukan operasi modifikasi cuaca di enam wilayah, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Nusa Tenggara, yang diklaim mampu menurunkan intensitas hujan hingga 20–50 persen.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca resmi, menghindari aktivitas laut berisiko, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, longsor, dan gelombang tinggi selama beberapa hari ke depan. (Raka Adichandra)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#siklon #Hujan lebat #risiko #Cuaca Ekstrem #laut #gelombang tinggi #BMKG