Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG: Puncak Musim Hujan Januari 2026, Enam Provinsi Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca

Bahana. • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:56 WIB
Ilustrasi hujan deras mengguyur Yogyakarta.
Ilustrasi hujan deras mengguyur Yogyakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan musim hujan akan mencapai puncaknya di daerah selatan Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada bulan Januari 2026.

Sementara itu, di bagian utara dan tengah Sumatera, puncak musim hujan diperkirakan terjadi dari November 2025 sampai Desember 2025.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa cuaca di sebagian besar wilayah Papua dan Kalimantan masih tergolong panas sepanjang tahun ini.

"Jadi kita perlu waspada bahwa di bulan Januari, Februari masih akan masuk ke puncak musim hujan," ujar Faisal dalam sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Faisal menjelaskan, saat ini Indonesia sedang terkena dampak dari siklon bakung, siklon 93S, dan siklon 95S yang menyebabkan hujan lebat di berbagai daerah.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kantor SAR untuk bersiap menghadapi cuaca ekstrem dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.

Faisal mengatakan, petugas nanti akan menyemai NaCl ke awan konvektif agar hujan jatuh di tempat yang berbeda, contohnya di perairan yang tidak berbahaya. 

"Kalau sudah sampai misalnya di atas Jakarta, itu kami tebarkan kapur tohor atau CAO agar dia terpecah dan tidak terjadi hujan. Jadi Operasi Modifikasi Cuaca ini bisa untuk menyebabkan terjadi hujan atau mencegah terjadi hujan," ujar Faisal.

Sampai saat ini, ada enam provinsi yang menjalankan operasi OMC, di antaranya Jawa Barat dan Jawa Timur. OMC akan dilanjutkan di Lampung, Jawa Tengah, serta Bali.

Ia menambahkan, operasi ini mampu mengurangi curah hujan hingga 20 hingga 50 persen.

Selain itu, BMKG juga memastikan kondisi cuaca untuk keperluan penerbangan dan pelayaran bersama Airnav dan KSOP.

Jika cuaca tidak baik, pesawat maupun kapal dilarang beroperasi sementara waktu.

BMKG juga membuat platform prediksi berbasis dampak (IBF) untuk memperkirakan apakah petir akan terjadi karena kondisi cuaca di sekitar tersebut.

Penulis: Ocha

Editor : Bahana.
#musim hujan #BMKG