Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Tengah Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Jamin Koridor Gajah Bengkulu Tak Terdampak

Magang Radar Jogja • Minggu, 14 Desember 2025 | 19:23 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan langsung ke kawasan Bentang Seblat di Provinsi Bengkulu Sumber: Metropolitan Jawapos / Kemenhut
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan langsung ke kawasan Bentang Seblat di Provinsi Bengkulu Sumber: Metropolitan Jawapos / Kemenhut

Pemerintah melalui Menteri Kehutanan terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar melalui pembangunan koridor gajah Sumatera yang membentang di kawasan alam.

Program ini dirancang sebagai langkah konservasi jangka panjang sekaligus solusi untuk menekan konflik antara gajah Sumatera dan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat.

Di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, kondisi koridor gajah dipastikan tetap aman.

Guna memastikan hal tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan langsung ke kawasan Bentang Seblat di Provinsi Bengkulu, yang menjadi salah satu lokasi penting dalam pengembangan koridor gajah Sumatera.

Melansir dari Metropolitan Jawapos, dalam kunjungannya, Menhut Raja Juli menegaskan bahwa koridor gajah di Bentang Seblat dalam kondisi terjaga dan fungsi konservasinya tetap berjalan dengan baik.

Ia memastikan bahwa kantong-kantong habitat gajah Sumatera serta pembentukan jalur koridor yang menghubungkan habitat alami satwa tersebut terus dipantau dan dikelola secara optimal, meskipun wilayah lain tengah menghadapi bencana alam.

Selain meninjau kawasan, Menhut juga melakukan pengecekan langsung ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat yang menjadi bagian penting dari upaya konservasi gajah Sumatera.

Di lokasi tersebut, ia berdialog secara langsung dengan para mahout atau pawang gajah yang ada di lokasi, Menhut mendengarkan berbagai masukan terkait kondisi gajah, tantangan di lapangan, serta kebutuhan pendukung untuk menjaga kesehatan dan keselamatan satwa.

Raja Juli juga meninjau langsung kondisi gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah Seblat.

Di lokasi tersebut saat ini merawat 10 ekor gajah Sumatera, terdiri dari tiga jantan dan tujuh betina dengan rentang usia antara 15 sampai 48 tahun.

Seluruh gajah tersebut merupakan hasil penangkapan konfil maupun upaya penyelamatan dari berbagai wilayah.

Usai meninjau PLG, Menhut melanjutkan agenda dengan memantau perkembangan Operasi Pengamanan Hutan Merah Putih di kawasan Bentang Seblat.

Operasi ini digelar sebagai bagian dari upaya penyelamatan dan pengamanan koridor gajah Sumatera dari aktivitas perambahan hutan.

Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil merebut kembali sekitar 7.790 hektare lahan dari total area perambahan hutan yang mencapai 8.500 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresisasi serta memberikan motivasi kepada para personel Operasi Gabungan Merah Putih yang bertugas menjaga dan menertibkan kawasan hutan Bentang Seblat.

Ia mengungkapkan rasa terimakasih atas dedikasi dan kerja keras para petugas yang telah berjuang menjaga kelestarian hutan.

Menurutnya, para personel di lapangan telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kawasan hutan sebagai bagaian dari upaya mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Menhut juga berpesan agar semangat kerja terus dijaga, sembari meneaskan komitmen kementerrian untuk meningkattkan dukungan operasional maupun kesejahteraan petugas di lapangan.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K
Sumber: Metropolitan Jawapos

Editor : Bahana.
#kementerian kehutanan #Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni #bencana Sumatera