Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Banjir Bandang Aceh dan Sumatera 2025: Korban Tewas Capai 990 Jiwa, 222 Orang Masih Hilang

Magang Radar Jogja • Jumat, 12 Desember 2025 | 21:02 WIB

 

Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor Di Aceh, Sumut dan Sumbar 11 Desember 2025.
Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor Di Aceh, Sumut dan Sumbar 11 Desember 2025.

 

RADAR JOGJA - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menelan korban.

Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (12/12/2025) menunjukkan angka kematian telah mencapai 990 jiwa.

Sementara 222 orang masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban yang terluka juga meningkat menjadi 5.400 orang.

BNPB melaporkan bahwa total 52 kabupaten/kota terdampak bencana besar ini sejak akhir November 2025.

Rincian korban meninggal per provinsi:

Aceh: 407 jiwa
Sumatera Utara: 343 jiwa
Sumatera Barat: 240 jiwa

Penambahan korban terbesar tercatat di Aceh.

Dalam konferensi pers Kamis (11/12/2025), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa temuan terbaru didominasi dari wilayah Aceh Utara.

“Ditemukan hari ini sebanyak 21 jasad… sehingga totalnya menjadi 990 jiwa,” ujarnya dalam siaran daring BNPB.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Jepang Timur Laut, Warga Diimbau Waspada Tsunami

Meski total korban meninggal bertambah, jumlah korban hilang berkurang seiring ditemukannya jenazah baru.

BNPB mencatat 222 orang masih hilang per Jumat pagi, turun dari hari sebelumnya.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi masih sangat besar.

BNPB melaporkan total 884.889 jiwa berada di lokasi pengungsian di tiga provinsi.

Aceh Utara menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak, terutama saat banjir belum sepenuhnya surut.

Bencana ini juga menyebabkan kerusakan masif pada permukiman dan fasilitas umum. BNPB mencatat:


157,8 ribu rumah rusak
1,2 ribu fasilitas umum terdampak
219 fasilitas kesehatan rusak
581 fasilitas pendidikan rusak
434 rumah ibadah
290 gedung kantor
498 jembatan

Kerusakan parah ini membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan menjadi tantangan besar.

Pemerintah bersama tim gabungan kini fokus pada pembersihan material banjir bandang dan longsor, serta pemulihan akses jalan.

Operasi pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan setiap hari.

Pemerintah daerah dan BNPB mempercepat distribusi bantuan logistik bagi para pengungsi, termasuk penyediaan makanan, tenda, serta layanan kesehatan darurat.

Proses pemulihan infrastruktur, terutama jembatan dan jalan yang terputus, menjadi prioritas untuk mempermudah akses bantuan ke wilayah-wilayah terisolasi. (Raka Adichandra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#2025 #orang #aceh #hilang #korban tewas #sumatera #BNPB #korban #Banjir #banjir bandang #update banjir