Polda Metro Jaya melaporkan bahwa sejumlah siswa dan seorang guru menjadi korban tabrakan minibus yang menerobos pagar SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12) sekitar pukul 06.38 WIB. Para korban telah dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta Utara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa berdasarkan data awal terdapat 19 siswa dan satu guru yang menjadi korban.
"Lima orang dibawa ke RS Koja, 14 orang dibawa ke RSUD Cilincing, satu orang dibawa ke Puskesmas Cilincing, namun sudah boleh pulang," kata Budi.
Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia. Namun, rincian kondisi luka para korban masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Tidak ada (korban) yang meninggal, untuk rincian (luka-luka) nanti menyusul," ujar Budi.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 06.39 WIB ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah.
"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.39 WIB, saat para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di lapangan sekolah," kata Erick.
Ia menerangkan bahwa kejadian bermula ketika kendaraan pengangkut makan bergizi gratis (MBG) milik swasta dengan nomor polisi B-2093-UIU tiba-tiba menerobos pagar pintu sekolah dan masuk ke halaman.
Minibus itu kemudian menabrak para siswa dan seorang guru yang berada di lokasi.
"Insiden itu menyebabkan sejumlah siswa serta seorang guru mengalami cedera sehingga harus mendapatkan perawatan medis," tutur Erick.
Berdasarkan data awal, terdapat 19 siswa dan satu guru yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat insiden tersebut.
Cedera para korban tidak dirinci demi menjaga privasi anak-anak.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian tragis yang menimpa para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini merupakan musibah yang sangat mengejutkan," ungkap Dadan.
Ia menegaskan bahwa BGN akan mendukung penuh proses penyelidikan kepolisian.
"Kami juga akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam proses penyelidikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, meninjau langsung lokasi kejadian dan para korban di rumah sakit.
"Saya sudah berada di lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal," ujarnya.
Sony memastikan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh BGN.
"Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Klas 1 (RSUD) semua," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa insiden ini tidak menghambat operasional Program MBG di lapangan.
BGN juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan mekanisme kerja untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
"Secara internal BGN melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya peristiwa. Peristiwa tersebut tidak menghambat operasional dan pelayanan MBG," ujarnya.
Muhtar Dinata