RADAR JOGJA - Sepanjang tahun 2025, MAGMA Indonesia telah merekam total 2.990 erupsi dari Gunung Semeru di Jawa Timur.
Data tersebut menjadikan Gunung Semeru menjadi yang paling aktif di antara gunung-gunung lain di Indonesia.
Aktivitas terbaru Gunung Semeru kembali meningkat dalam sepekan terakhir.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat sudah 12 kali erupsi hanya dalam tujuh hari.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa erupsi terbaru terjadi pada hari Rabu pagi (10/12/2025), pukul 04.52 WIB, dengan memuntahkan abu setingi ±500 meter atau ±4176 meter di atas permukaan laut.
Erupsi terjadi berkali-kali sejak pukil 04.50 hingga 08.18 WIB.
PVMBG juga mencatat 39 gempa letusan dan sejumlah gempa guguran serta hembusan dalam kurun waktu 2 hari terakhir.
Status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga).
Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di radius 13 km dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Di wilayah lain sekitar kaki gunung, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat diperkirakan mengalami potensi guguran lava dan lahar dingin yang masih masih tinggi.
Dampak erupsi dan banjir lahar dingin sebelumnya membuat sejumlah warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Candipuro, memilih mengungsi ke bukit dekat rumah mereka.
Namun sejak Rabu pagi, seluruh pengungsi mulai dipindahkan secara bertahap ke kantor desa, yang dinilai jauh lebih aman.
“Evakuasi dilakukan agar saat terjadi banjir susulan, petugas tidak kesulitan memberikan bantuan,” tegas Isnugroho, Kepala BPBD Lumajang. (Affrendi Kurniawan)
Editor : Meitika Candra Lantiva