Deforestasi menjadi masalah yang paling disorot di Indonesia setelah kejadian bencana alam banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatra.
Riau menjadi salah salah satu daerah yang paling besar yang terkena deforestasi ini.
Menurut data terakhir 2025, hutan Riau sudah digunduli sekitar 4,3 juta hektar.
Hal ini menjadikan Riau daerah di Indonesia yang terluas terkena deforestasi.
Hal ini tentu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat hingga budayawan asal Riau.
Mahyudin Al-Mudra, adalah salah satu budayawan Melayu asal Riau yang sekarang menetap di Yogyakarta.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi hutan riau saat ini yang semakin tahun semakin luas yang di tebangi.
Mahyudin menjelaskan bahwa ini terjadi karena masyarakat Riau yang notabene nya adalah orang Melayu tidak lagi mengamalkan tunjuk ajar melayu.
Yang mana di dalam tunjuk ajar melayu tersebut ada terselip pembelajaran tentang menjaga alam.
"Sebenarnya jika masyarakat Riau betul-betul memahami dan mengamalkan budaya Melayu termasuk juga Tunjuk Ajar Melayu, akan berperilaku baik terhadap alam. Tapi sayang hal ini sudah jarang digunakan oleh masyarakat Melayu (Riau khususnya). Oleh karena itu penebangan hutan mudah di lakukan," Jelasnya.
Dikatakan kejadian di Sumatra utara, Sumatra Barat, dan Aceh ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi seluruh elemen masyarakat dan pemimpin di Riau.
"Kalau tidak dihentikan, apakah harus nunggu ada bencana lagi, nauzubillah mindzalik," Jelasnya.
Penulis : Z.Hidayat Kan