RADAR JOGJA - Pandawara Group mengajak seluruh warga Indonesia patungan beli hutan di tengah maraknya deforestasi hutan di Indonesia.
Kelompok penggiat lingkungan itu mengajak warga berdonasi membeli hutan dan akan menggandeng komunitas-komunitas lingkungan untuk melestarikan hutan.
Agar hutan tidak disalahfungsikan.
Hal ini sebagai bentuk kritik, serta gerakan dari akar rumput agar hutan tetap lestari sehingga banjir besar yang disebabkan hutan gundul tidak terjadi lagi.
Melalui akun Instagramnya, Pandawa Group berharap patungan beli hutan dapat terealisasi pada 2026.
"Proses wakaf hutan bisa kita lakukan bersama untuk mencegah deforestasi berlebih. Agar keseimbangan ekosistem hutan tetap terjaga," ungkap salah satu personel Pandawara Group.
Nantinya Pandawara mengajak banyak pihak untuk bisa merealisasikan rencana ini.
Seperti aktivis lingkungan, tokoh-tokoh yang mengerti tentang pemeliharaan dan pelestarian hutan.
Hal ini demi kesejahteraan masyarakat.
Sementara beredar video saat Ketua DPR RI Puan Maharani dimintai tanggapan Pandawa Group terkait ajakan membeli hutan jika pemerintah tidak mampu mengelolanya.
Alih-alih Puan menanggapi reaksi Pandawara dalam upaya penyelamatan hutan.
Namun jawaban Puan dinilai tak relevan dengan pertanyaan.
"Ayo kita gotong royong mengatasi bencana ini dan ayo sama-sama membantu masyarakat yang terdampak," jawab Puan.
Lantas warganet beramai-ramai memberikan komentar.
Bahwasanya jawaban Puan itu dinilai tidak nyambung dengan pernyataan yang disampaikan wartawan dalam wawancara tersebut.
"Gak nyambung maaf," tulis warganet.
"Rakyat mau patungan beli hutan, tp yang dijawab apaaaaa...???," tulis warganet lain geram.
Editor : Meitika Candra Lantiva