KEBUMEN - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak seluruh pihak muhasabah diri untuk menyikapi terjadinya bencana yang datang bertubi-tubi melanda tanah air. Hal ini ditegaskan usai menghadiri pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Senin, (8/12).
PP Muhammadiyah, kata Nashir, turut merasa perihatin atas peristiwa bencana besar yang terjadi di Sumatra bagian utara, dari Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Dia mengajak seluruh komponen saling bergandengan tangan, bukan saling menyalahkan. “Kita perlu belajar dari masalah. Kejadian seperti ini harus dievaluasi,” ucapnya.
Menurut Nashir, di situasi genting seperti sekarang tidak tepat untuk saling menduga dan berprasangka buruk. Justru yang dibutuhkan saat ini adalah bergandengan tangan dengan tujuan mencari solusi. “Kita harus pandai-pandai mencari solusi,” tegasnya.
Bagi dia, kejadian bencana alam perlu disikapi bersama. Dia berharap setelah ini ada proses penanganan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Dengan begitu bencana maupun ancaman dapat tertangani dengan baik.
Dia mengingatkan pentingnya lembaga di bawah naungan Muhammadiyah pro aktif mengurai persoalan bangsa, termasuk dalam kaitan penanganan bencana. “Perlu dilakukan secara simultan. Pecahkan masalah,” ujar dia.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen Septriana Aulia menyebut, bencana di berbagai daerah bukan datang secara tiba-tiba, melainkan ada faktor pendukung sehingga bencana terjadi.
Dia mengaku cukup tercengang melihat dari berbagai media adanya kayu berukuran besar yang berserakan di lokasi bencana. Pemandangan tersebut menurutnya tak lazim dan dapat diartikan sebagai cermin dari kerusakan alam.
"Saya cermati ada kelalain, sehingga timbul banjir. Banyak sekali kayu, bukan tumbang secara alami," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo