Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerelawanan Warga Jogjakarta untuk Bencana Sumbagut, Masjid Nurul Ashri Cari Lima Relawan Seribu Orang Mendaftar

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 4 Desember 2025 | 06:45 WIB

 

Masjid Nurul Ashri Buka Pendaftaran Relawan Bencana di Sumatra, Peminat Hingga Ribuan Orang
Masjid Nurul Ashri Buka Pendaftaran Relawan Bencana di Sumatra, Peminat Hingga Ribuan Orang

 

 

Begitu mendengar bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat atau Sumatera bagian utara (Sumbagut), warga Jogjakarta langsung bergerak. Di saat pemerintah masih menunggu anggaran, warga Jogjakarta sudah datang ke lokasi menyalurkan bantuan.

Salah satunya adalah Masjid Nurul Ashri yang berlokasi di Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman. "Relawan kami sudah di Tapanuli sehari setelah kejadian. Besok kamis (4/12) kami kirimkan lima relawan. Jadi kami datangkan tujuh orang," terang Kepala Takmir Masjid Nurul Ashri, Mucharom Nur saat dihubungi, Rabu (3/12).

Dia menjelaskan, kepedulian sesama memang jadi program yang sedang diintensifkan oleh pengurus masjid. Baik itu menyasar wilayah sekitar, bangsa Indonesia, maupun dunia. Termasuk ketika ada musibah banjir dan longsor ini, Masjid Nurul Ashri berupaya memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban.

Mucharom menjelaskan, takmir masjid sempat membuka pendaftaran untuk lima relawan yang akan diberangkatkan ini. Terdiri dari dua sopir dan tiga relawan. Tidak sampai 24 jam, ada lebih seribu orang yang mendaftar. Dia mengaku pengurus masjid kaget dengan antusiasme ini dan sempat kebingungan untuk memilih.

Nantinya para relawan ini akan bekerja silih berganti. Ketika memang dirasa sudah cukup bisa disalurkan relawan periode selanjutnya. Mucharom menilai, penanganan bencana ini pasti membutuhkan waktu lama untuk benar-benar pulih.

"Jadi akan kami tarik dan kirim lagi. Tanggung jawab relawan kami beda-beda. Ada yang memang bantu evakuasi, ada yang mengisi trauma healing, dan kesehatan," terangnya.

Mereka yang berada di lokasi juga bertugas untuk bisa memenuhi kebutuhan paling mendesak. Mucharom menyebut, relawan sempat membeli genset untuk menyediakan listrik darurat. Termasuk jaringan internet starlink agar korban bisa saling berkomunikasi dengan keluarganya.

Relawan juga bertugas untuk memberikan informasi mengenai kebutuhan para korban. Data ini sebagai dasar bantuan yang akan dikirimkan esok hari. "Jadi kami kirimkan bantuan satu truk kemanusiaan berisi kebutuhan sehari-hari. Ada sembako, pakaian, alaat mandi, baju, hingga selimut," katanya.

Bantuan ini berasal dari pada donatur yang menyumbang berupa barang secara langsung. Masjid Nurul Ashri juga membuka donasi untuk masyarakat yang ingin menyumbang uang. Nantinya akan dibelikan berbagai kebutuhan masyarakat terdampak di sekitar lokasi.

Bagaimana dengan peemrintah? Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.1.4/9595/SJ tentang bantuan keuangan kepada Pemerintah Daerah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dalam rangka penanganan masyarakat terdampak bencana alam. "Sudah ada SE dari pusat berkaitan dengan dukungan daerah dalam bencana di Sumatera," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/12).

Salah satu poin dalam SE tersebut menyebutkan bahwa gubernur, bupati/wali kota di Indonesia memberikan bantuan keuangan kepada Pemerintah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang bersumber dari dana APBD daerah masing-masing sesuai dengan kemampuan daerah.

Selanjutnya diarahkan membantu Pemerintah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui bantuan keuangan khusus untuk penanganan masyarakat terdampak bencana alam sesuai pedoman dan ketentuan undang-undang.

Bentuk bantuan dari Pemprov DIJ yang akan diberikan mempunyai banyak opsi. Pemprov belum memutuskan bantuan apa yang akan diberikan. "Banyak opsi namun kita harus koordinasi dulu," tandasnya.

Baca Juga: Tanah Longsor Tutup Akses Jalan Penghubung Kaliangkrik–Windusari Magelang, Tak Ada Korban Jiwa

Beberapa opsi yang ada, lanjutnya, di antaranya seperti bantuan logistik. Namun ia kembali menegaskan, itu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Maka, ia memilih untuk berkoordinasi dulu dengan pertimbangan mencari mekanisme kemudahan dalam pencairan bantuan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Agustunus Ruruh Haryata juga telah mendapatkan informasi adanya rapat pembahasan terkait bantuan dari Pemprov DIJ ke Sumbagut.

Saat ditanya mengenai kesiapan SDM BPBD DIJ, Ruruh mengatakan sudah teruji dan andal. "Jika diperlukan dan disepakati dalam rapat, kami siap jika diminta ngirim bantuan personel," tandasnya. (del/oso/pra)

Editor : Heru Pratomo
#aceh #sumatera barat #Masjid Nurul Ashri Deresan #Pemprov DIJ #bantuan #relawan #Bencana #sumatera utara #BPBD #sumbagut #Jogjakarta