Hari Disabilitas Internasional 2025 diperingati pada 3 Desember sebagai agenda tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempromosikan hak dan kehidupan layak bagi penyandang disabilitas.
Tema tahun ini adalah “Fostering disability-inclusive societies for advancing social progress”.
Hari Internasional Penyandang Disabilitas merupakan sebuah acara yang diadakan oleh PBB setiap tahunnya setiap tanggal 3 Desember.
Sejarah penetapan Hari Disabilitas Internasional dimulai pada tahun 1992 ketika PBB secara resmi mengumumkan tanggal ini sebagai hari global untuk meningkatkan penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak bagi mereka yang memiliki disabilitas.
Peringatan ini muncul dari kesadaran global mengenai tantangan struktural yang sering dihadapi oleh individu dengan disabilitas dalam hal akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan publik, dan interaksi sosial.
Sejak saat itu, 3 Desember telah menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen dalam menciptakan masyarakat yang inklusif serta bebas dari stigma.
Sejarah Hari Disabilitas Internasional sangat terkait dengan kemajuan dalam standar global seputar hak-hak individu dengan disabilitas.
Di awal tahun 1980-an, PBB mencanangkan International Year of Disabled Persons (1981) dan Decade of Disabled Persons (1983–1992) yang menandai awal dari usaha global untuk mengatasi berbagai hambatan fisik dan sosial yang dihadapi oleh kelompok disabilitas.
Inisiatif-inisiatif ini menghasilkan sejumlah dokumen penting, di antaranya World Programme of Action Concerning Disabled Persons, yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan inklusif di berbagai negara.
Momentum ini berlanjut hingga diterbitkannya Konvensi tentang Hak Penyandang Disabilitas (CRPD) pada tahun 2006, yang semakin menguatkan komitmen global terhadap kesetaraan, inklusi, dan penghormatan terhadap martabat manusia, menjadikan Hari Disabilitas Internasional bagian dari gerakan global yang terus berkembang pesat hingga sekarang.
Hari ini bertujuan untuk mendukung hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas di semua tingkatan dalam masyarakat dan pembangunan, serta untuk meningkatkan kesadaran mengenai kondisi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya.
WHO, berkolaborasi dengan PBB, merayakan hari ini setiap tahun, menyoroti pentingnya memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas dihormati, sehingga mereka bisa berpartisipasi secara penuh, setara, dan efektif dalam komunitas bersama masyarakat lainnya, serta terbebas dari segala hambatan dalam berbagai aspek hidup mereka.
Peringatan tahun ini muncul langsung dari momentum KTT Dunia Kedua untuk Pembangunan Sosial, yang akan dilaksanakan di Doha pada tanggal 4 hingga 6 November 2025, di mana para pemimpin global menegaskan kembali dedikasi mereka untuk menciptakan dunia yang adil, inklusif, dan setara.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 akan diadakan secara daring mulai pukul 10.00 hingga 11.30 (EST) di Markas Besar PBB di New York, dan akan mempertemukan negara-negara anggota, pemimpin PBB, advokat disabilitas, serta generasi muda.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.