Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, di Ujung Tanduk, Warga dan Satwa Hidup dalam Ketegangan

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 2 Desember 2025 | 00:06 WIB
Ilustrasi Taman Nasional Tesso Nilo (Sumber: Gemini AI)
Ilustrasi Taman Nasional Tesso Nilo (Sumber: Gemini AI)

RADAR JOGJA – Kondisi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau, semakin memprihatinkan. Dari total luas 81.793 hektare, sekitar 70.000 hektare kini telah berubah menjadi kebun sawit ilegal. Situasi ini bukan hanya menganca, ekosistem hutan tropis dataran rendah, tetapi juga konflik antara manusia dan satwa liar.

Bagi warga lokal, keberadaan kebun sawit memberi penghidupan. Namun, di sisi lain, gajah Sumaterda dan harimau Sumatera yang kehilangan habitat semakin sering masuk ke kebun warga, merusak tanaman, bahkan menimbulkan ketegangan. “Kami takut, tapi juga tidak bisa meninggalkan kebun karena ini sumber hidup,” ujar seorang warga Desa Lubuk Kembang Bunga. 

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, TNTN menyimpan kekayaan biodiversitas luar biasa 360 jenis flora, 107 jenis burung, 23 jenis mamalia, tiga jenis primate, 50 jenis ikan, 15 jenis reptilia, dan 18 jenis amfibia. Namun, kerusakan massif membuat satwa endemic semakin mendesak.

Pemerintah telah mengerahkan 20.500 personel militer dan tim patrol gabungan untuk menertibkan kawasan, sekaligus melakukan operasi penyelamatan satwa. Meski begitu, penertiban sering memicu protes warga yang menolak relokasi. Konflik ini menegaskan dilemma klasik, melindungi satwa atau warga.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan komitmen untuk melakukan restorasi ekosistem TNTN, agar hutan kembali berfungsi sebagai benteng terakhir gajah dan harimau Sumatera. Namun, tantangan besar tetap ada, alih fungsi lahan yang massif, lemahnya pengawasan, serta tarik-menarik kepentingan ekonomi. 

Kini, Tesso Nilo berada di titik kritis. Jika tidak segera ditangani, kawasan konservasi ini berisiko kehilangan peran vitalnya sebagai rumah terakhir satwa langka, sekaligus ruang hidup bagi masyarakat lokal. 

(Hanifah Okta)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tesso nilo #taman nasional #tesso nilo riau