Menurut Informasi yang diterima dari DVI Polda Sumbar pada Jumat, 28 November 2025, tercatat sebanyak 22 orang dinyatakan meninggal dunia, 20 orang di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Kasubdiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari melaporkan bahwa upaya pencarian identitas korban dilakukan di beberapa lokasi, termasuk di Polresta Padang, Posko DVI RS Bhayangkara Padang, Posko DVI RSUD dr. Rasyidin Padang, DVI Polres Bukittinggi, DVI Padang Pariaman, dan DVI Pasaman Barat.
Di wilayah Polresta Padang, terdaftar 2 korban yang jenazahnya langsung diambil oleh keluarga di lokasi Bencana. Di posko DVI RS Bhayangkara Padang, dari 8 jenazah yang diterima, 6 diantaranya berhasil teridentifikasi. Sebagian besar proses identifikasi di posko ini dilakukan melalui analisa sidik jari.
Upaya pencarian tetap dilanjutkan untuk 10 orang yang dilaporkan hilang. Sebagian besar korban yang hilang tercatat berada di wilayah DVI Polres Bukittinggi, khususnya di Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, dengan total 9 orang, termasuk anak-anak.
Di wilayah Polres Bukittinggi, sebanyak 8 korban meninggal dunia telah teridentifikasi, semuanya berasal dari Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, dan teridentifikasi melalui data sekunder.
Sedangkan di DVI Padang Pariaman, telah dilaporkan 1 orang hilang, 1 korban di wilayah DVI Pasaman Barat, dan seorang pelajar juga telah teridentifikasi berdasarkan data sekunder.
Tim DVI Polda Sumbar bersama dengan instansi seperti Basarnas dan BPBD terus berupaya maksimal untuk menyelesaikan proses identifikasi korban dan menemukan 10 orang yang masih hilang, agar dapat memberikan kepastian kepada pihak keluarga yang bersangkutan.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.