Selain penempatan personel elite tersebut, TNI AU juga berencana mendirikan pos pengamanan di bandara yang berada dalam kawasan industri pengolahan nikel tersebut.
Dilansir dari Jawapos.com, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Muda TNI Palito Sitorus memaparkan bahwa setelah latihan TNI yang dilaksanakan di Morowali, Sulawesi Tengah, pihak TNI AU sudah menempatkan pasukan khusus Korpasgat di bandara tersebut.
Palito Sitorus beranggapan bahwa pembangunan pos di bandara IMIP merupakan rencana ke depan yang dirancang oleh TNI AU.
Rencana itu akan dilaksanakan bersamaan dengan strategi lanjutan yang akan diterapkan di Angkatan Udara.
Rencana ini akan dilakukan dengan penyesuaian tertentu sesuai arahan yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
“Tapi, yang jelas kemi sudah menempatkan pasukan disana,” ujar Palito yang dikutip dari Jawapos.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa pihak TNI bersikap aktif dan responsif terhadap arahan yang ditentukan Menhan Sjafrie.
Ia menyatakan bahwa bandara IMIP, Morowali itu adalah objek vital nasional yang harus diamankan demi kepentingan bangsa, keamanan, dan kedaulatan nasional.
Menurut Freddy, arahan yang disampaikan oleh Menhan Sjafrie ketika menghadiri latihan TNI di Morowali, Sulawesi Tengah, beberapa waktu yang lalu sudah ditindaklanjuti oleh TNI.
Ia menambahkan bahwa fokus utama yang disampaikan menhan adalah hal yang berkaitan dengan bandara di kawasan PT. IMIP. TNI berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan negara, tandasnya.
“Terkait pernyataan Menhan saat kunjungan ke Morowali beberapa waktu yang lalu mengenai keberadaan fasilitas bandara di kawasan PT IMIP, dapat kami sampaikan bahwa TNI selalu menindaklanjuti setiap arahan menhan terutama yang berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan negara,” pungkas Freddy.
Oleh karena itu, TNI sedang meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pertahanan (Kemhan), Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk memastikan seluruh bandara yang beroperasi di Indonesia memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk aspek perizinan, pengawasan, dan keamanan.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K