Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Profil dan Polemik Gus Yahya Cholil Staquf di PBNU — Dipecat Syuriyah, Ini Respons Tegasnya

Jihad Rokhadi • Rabu, 26 November 2025 | 23:09 WIB

 

 

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggelar silaturahmi bersama para alim ulama di tengah memanasnya isu pemakzulan yang mencuat usai Rapat Harian Syuriyah beberapa hari lalu.(Nurul F/ JawaPos.com).
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggelar silaturahmi bersama para alim ulama di tengah memanasnya isu pemakzulan yang mencuat usai Rapat Harian Syuriyah beberapa hari lalu.(Nurul F/ JawaPos.com).

Nama KH Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, kembali menjadi sorotan utama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terpilih pada 2021 ini tengah menghadapi gelombang polemik internal setelah muncul keputusan Syuriyah PBNU yang memintanya mengundurkan diri atau akan diberhentikan.

Keputusan mengejutkan yang tertuang dalam risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU pada Kamis, 20 November 2025, ini langsung dijawab tegas oleh Gus Yahya, yang menyebutnya sebagai keputusan "sepihak".

Siapakah sosok Gus Yahya dan bagaimana kronologi persoalan internal yang mengguncang organisasi Islam terbesar di Indonesia ini? Berikut adalah profil mendalam dan rangkuman dinamika terbarunya.


 

Profil Gus Yahya: Dari Pesantren, Istana, hingga Panggung Global

 

Gus Yahya (lahir 16 Februari 1966) dikenal memiliki latar belakang yang komprehensif, memadukan tradisi pesantren dengan kancah politik dan diplomasi internasional.

 

1. Pendidikan dan Lingkungan Kiai

 

 

2. Jejak di Pemerintahan (Gus Dur hingga Jokowi)

 

Gus Yahya memiliki rekam jejak yang panjang di lingkaran kekuasaan:

 

3. Kemenangan Puncak di PBNU

 

Kiprahnya di NU mencapai puncak pada Muktamar Ke-34 NU di Bandar Lampung (24 Desember 2021). Dalam pemilihan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya berhasil mengalahkan petahana Said Aqil Siroj dengan perolehan 337 suara (Said Aqil Siroj: 210 suara). Kemenangan ini membawanya memimpin PBNU untuk masa khidmat 2022-2027.

 

4. Diplomat Perdamaian dan Konsep Rahmat

 

Peran Gus Yahya meluas hingga kancah internasional, berfokus pada diplomasi agama untuk perdamaian.


 

Kronologi dan Alasan Pemberhentian Ketum PBNU

 

Dinamika internal yang berujung pada ancaman pemecatan Gus Yahya bermula pada November 2025.

 

Poin Penting Keputusan Syuriyah

 

Pada Kamis, 20 November 2025, Rapat Harian Syuriyah PBNU, yang dipimpin oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, menghasilkan keputusan:

  1. Minta Mengundurkan Diri: KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dalam waktu 3 hari.

  2. Ancaman Pemecatan: Jika tidak mengundurkan diri, Syuriyah memutuskan untuk memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU.

 

Tiga Alasan Utama Keputusan Pemberhentian

 

Keputusan Syuriyah ini didasarkan pada tiga poin utama, seperti yang tercatat dalam risalah yang beredar:


 

Respon Tegas Gus Yahya dan Seruan Rekonsiliasi

 

Menanggapi keputusan Syuriyah, Gus Yahya langsung mengadakan pertemuan daring dengan ketua-ketua PWNU dan PCNU pada Jumat, 21 November 2025.

 

Gus Yahya: "Keputusan Sepihak"

 

Gus Yahya secara tegas menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah "keputusan sepihak" karena ia tidak diberi kesempatan klarifikasi terbuka atas persoalan yang dipersoalkan.

Ia menegaskan bahwa menurut AD/ART, pemberhentian tidak hormat harus didasarkan pada pembuktian tindakan mencemarkan nama baik, tindak pidana, atau perlawanan hukum, yang prosesnya wajib memberikan hak klarifikasi kepada yang bersangkutan.

Komitmen Rekonsolidasi:

"Saya sudah menyampaikan komitmen, menyampaikan ikrar, bahwa saya akan mendedikasikan seluruh kemampuan saya untuk melakukan rekonsolidasi PBNU supaya utuh kembali."

 

Seruan Kiai Daerah

 

Ketua PWNU dan PCNU turut menyuarakan keprihatinan. Ketua PWNU Sumatera Utara, Marahalim Harahap, meminta Rais Aam dan Ketum melibatkan PWNU dan PCNU dalam menentukan nasib jam'iyah (organisasi).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerukan agar seluruh pengurus dan warga NU tetap tenang dan tidak terprovokasi berita yang menyesatkan, menegaskan bahwa ini hanyalah "dinamika organisasi yang sedang berjalan."

Dinamika internal ini menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Gus Yahya dan masa depan PBNU, yang posisinya sangat strategis dalam peta politik dan keagamaan Indonesia. Publik kini menanti langkah rekonsolidasi dan perkembangan resmi selanjutnya.

Editor : Jihad Rokhadi
#PBNU #gus yahya #pecat #KH Yahya Cholil Staquf