Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Klarifikasi dan Minta Maaf soal Polemik Istilah ‘Ahli Gizi’ dalam Program MBG

Magang Radar Jogja • Selasa, 18 November 2025 | 19:13 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang tengah terlibat polemik istilah ahli gizi.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang tengah terlibat polemik istilah ahli gizi.

RADAR JOGJA - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, akhirnya memberikan klarifikasi setelah pernyataannya soal penggunaan istilah ahli gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik publik.

Dikutip dari akun Instagram @cucun_centre, politisi PKB tersebut menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika diskusi di ruang rapat dianggap menyinggung profesi terkait.

Dalam unggahan itu, Cucun menyertakan potongan video yang memperlihatkan konteks pembahasan internal mengenai nomenklatur posisi ahli gizi dalam struktur program MBG.

Ia menegaskan bahwa pernyataan yang ramai beredar merupakan bagian dari diskusi teknis terkait usulan perubahan istilah jabatan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika pembahasan di dalam ruangan terkait tuntutan aspirasi sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi,” tulis Cucun pada Senin (17/11/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa kekhawatirannya muncul apabila terjadi perubahan diksi yang berpotensi mempengaruhi mutu pengawasan makanan bergizi dalam program tersebut.

“Sejak awal, tujuan saya adalah meluruskan bahwa apabila terjadi perubahan diksi, terdapat kekhawatiran bahwa kualitas makanan bergizi, termasuk aspek pengawasannya, menjadi tidak dapat dipastikan,” lanjutnya.

Cucun menambahkan bahwa wacana mengganti istilah ahli gizi dengan Quality Control atau Pengawas Makanan Bergizi masih berada pada tahap pembahasan dini.

Wacana itu muncul sebagai respons atas masukan yang meminta penghapusan embel-embel ahli gizi dalam struktur program.

Ia menegaskan pentingnya menjaga nomenklatur profesi demi memastikan kualitas layanan dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Menurutnya, jika istilah itu dihapus, maka profesi non-gizi berpotensi masuk dan menggeser peran tenaga ahli yang memiliki kompetensi terukur.

“Setiap aspirasi sangat berarti bagi penguatan program Presiden yang begitu luar biasa dalam mempersiapkan masa depan dan kualitas generasi penerus bangsa,” tutupnya.

Pernyataan Cucun Sebelumnya Ramai Dikritik

Sebelumnya, komentar Cucun dalam Forum Konsolidasi SPPG se-Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memicu reaksi dari publik dan para tenaga gizi. Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi pertanyaan peserta forum terkait rencana penghapusan istilah ahli gizi.

“Jika memang pada akhirnya tetap ingin merekrut dari non-gizi, tolong tidak menggunakan embel-embel ahli gizi lagi,” ujar salah satu peserta forum.

Namun sebelum penjelasan peserta selesai, Cucun langsung menyela.

“Kamu itu (bicaranya) terlalu panjang. Yang lain kasihan,” kata Cucun.

“Saya enggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya, tenaga yang menangani gizi. Tidak perlu ahli gizi. Cocok enggak? Nanti saya selesaikan di DPR,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi viral dan menuai kritik, terutama dari kalangan tenaga kesehatan dan akademisi gizi yang menilai ucapannya dapat merendahkan profesi mereka. (Retno Anggi Kusuma Dewi)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Makan Bergisi Gratis #Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal #minta maaf #program mbg #klarifikasi #ahli gizi #polemik