Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hari Ayah di Tengah Krisis Kehadiran Sosok Ayah: Mengulik Fenomena Fatherless di Indonesia

Magang Radar Jogja • Rabu, 12 November 2025 | 23:14 WIB
Ilustrasi fatherless anak menjadi kehilangan peran ayah.
Ilustrasi fatherless anak menjadi kehilangan peran ayah.

RADAR JOGJA - Peringatan Hari Ayah Nasional tahun ini menjadi momen refleksi atas semakin maraknya fenomena fatherless di Indonesia.

Di tengah gempuran kesibukan dan perubahan pola keluarga modern, kehadiran sosok ayah kian memudar, meninggalkan dampak emosional dan sosial yang mendalam bagi tumbuh kembang anak.

Fenomena ini pun memicu ajakan untuk mengembalikan peran ayah sebagai figur utama dalam keluarga Indonesia.

Sebanyak 15,9 juta anak di Indonesia berpotensi tumbuh tanpa adanya peran ayah dalam kehidupannya.

Sebanyak 4,4 juta anak tumbuh di dalam keluarga tanpa ayah, 11,5 juta sisanya tinggal bersama ayah yang jam kerjanya lebih dari 60 jam per minggu atau setara dengan lebih dari 12 jam per minggu.

"Banyak keluarga masa sekarang yang mengalami ketidakhadiran ayah karena faktor pekerjaan yang menuntut mobilitas tinggi. Namun, kehadiran ayah tetap dibutuhkan untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial anak," papar Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dr Rahmat Hidayat, S. Psi., M.Sc., Ph.D, dikutip dari ugm.ac.id.

Baca Juga: Sering Makan Daging dan Begadang? Hati-Hati Asam Urat di Usia Muda

Dampak fatherless sangat luas bagi perkembangan anak, mulai dari dampak emosional, dampak kognitif, hingga dampak sosial. Berikut adalah beberapa dampak fatherless bagi perkembangan anak.

Dampak Emosional

1. Kesedihan dan depresi
2. Harga diri rendah
3. Kesulitan mengelola emosi
4. Rasa tidak aman dan cemas

Dampak Kognitif

1. Prestasi akademik yang lebih rendah
2. Kesulitan berkonsentrasi
3. Masalah perilaku di sekolah

Baca Juga: Tak Ada Tambahan Biaya Transaksi Menggunakan Qris, Pelanggaran Bagi Merchant Apabila Menerapkannya

Dampak Sosial

1. Menarik diri dari lingkungan sosial
2. Kesulitan membangun dan memelihara hubungan interpersonal
3. Resiko lebih tinggi terlibat dalam perilaku kurang baik, seperti minum alkohol dan penggunaan narkoba

Untuk mengurangi risiko fatherless ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan ayah lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak.

Kemudian meluangkan waktu untuk bermain dengan anak, meluangkan waktu untuk terus berkomunikasi meski sedang sibuk bekerja.

Ayah bisa memanfaatkan teknologi untuk terus berkomunikasi dengan anak.
(Nauralya D)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Krisis Kehadiran Sosok Ayah #Emosional #hari ayah #Indonesia #Fenomena Fatherless