Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PBNU Mengaku Sesalkan Perilaku Gus Elham: Merendahkan Martabat Manusia

Magang Radar Jogja • Rabu, 12 November 2025 | 20:28 WIB

Alissa Wahid LT PBNU
Alissa Wahid LT PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas tindakan dari pendakwah Elham Yahya Luqman atau dikenal dengan nama Gus Elham.

PBNU menilai perilaku yang ditunjukkan Elham tidak mencerminkan akhlakul karimah dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Melansir dari Antaranews, ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Rakyat, Alissa Wahid, menegaskan bahwa tindakan merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah bil hikmah yang menjadi ciri dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

"Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat," kata Alissa di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Alissa menambahkan, Nahdlatul Ulama memiliki amanah besar dalam membangun kemaslahatan umat dengan berpegang prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.

Karena itu, PBNU menolak segala bentuk praktik yang mencederai Maqashid Syariah (Tujuan syariat Islam) terutama dalam hal perlindungan terhadap kehormatan manusia (hifdz al-‘irdh), tanpa membedakan usia, status, maupun kedudukan sosial.

"Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah," ujarnya.

PBNU juga menegaskan bahwa penghormatan kepada para Kiai, Nyai, serta tokoh-tokoh agama terutama didasarkan pada faktor keulamaan, kearifan sebagai sosok pengasuh, serta peranannya sebagai pengayom umat.

Karena itu, pendakwah wajib menjaga perilaku agar senantiasa menjadi uswatun hasanah bagi umat.

"Sebab sejatinya kiai-nyai, pendakwah secara umum juga merupakan guru yang sudah sepantasnya digugu dan ditiru," kata Alissa.

Di samping itu, PBNU mengajak seluruh jamaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan ruang yang aman, ramah, dan bermartabat bagi semua kalangan, khususnya anak-anak, santri, dan perempuan.

Sebagai upaya dan pertanggungjawaban kelembagaan, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren atau disingkat menjadi SAKA.

Tim ini bertugas aktif mencegah dan menangani berbagai praktik kekerasan, pelecehan, serta bentuk penyimpangan lainnya di lingkungan pesantren dan lembaga dakwah di bawah naungan NU.

"Pembentukan SAKA merupakan wujud nyata komitmen PBNU dalam menjaga marwah pesantren serta memastikan lingkungan dakwah dan pendidikan Islam tetap berlandaskan kasih sayang, akhlak mulia, dan perlindungan terhadap kemanusiaan serta maqashid syariah," ujarnya.

PBNU kembali menegaskan bahwa kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan otoritas dalam kegiatan dakwah Islam tidak boleh terjadi.

"Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia," tegas Alissa.

Sebelumnya, beredar di media sosial foto dan gerakan kampanye yang mengecam perilaku Elham.

Dalam unggahan tersebut, terlihat kolase foto Elham tengah mencium anak-anak perempuan.

Aksi tersebut menuai reaksi keras dari warganet banyak yang menganggap perilaku itu tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh agama.

Namun, sebagian lainnya beranggapan tindakan tersebut merupakan bentuk kasih sayang.

Kasus ini menambah daftar peringatan bagi para pendakwah agar senantiasa menjaga etika dan kehormatan dalam berdakwah, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan moralitas.

Muhtar Dinata

Editor : Bahana.
#PBNU #Gus Elham