Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkah Ayam Joper: CSR Pertamina Tumbuhkan Benih Ekonomi di Bangunjiwo dan Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:06 WIB

Karyawan Abadi Farm, Bejo Wiyono dan putrinya sedang beraktivitas di kompleks terpadu peternakan ayam Joper Abadi Farm, Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Bantul, Selasa (28/10/2025).
Karyawan Abadi Farm, Bejo Wiyono dan putrinya sedang beraktivitas di kompleks terpadu peternakan ayam Joper Abadi Farm, Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Bantul, Selasa (28/10/2025).


RADAR JOGJA – Inisiatif pergerakan yang muncul dari akar rumput dengan tujuan memberdayakan masyarakat setempat, selalu menarik untuk dibahas.

Seperti yang dilakukan warga asal Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta, Eko Paryanto yang konsisten dalam mengembangkan usaha budidaya ayam Jowo Super (Joper).

Melalui program pendampingan CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, selama kurun waktu lima tahun terakhir, usaha yang ia geluti itu berkembang pesat hingga menimbulkan multiplier effect ekonomi di wilayah setempat.

Eko Paryanto melabeli usaha budidaya ayam Joper miliknya dengan nama Abadi Farm.

Berlokasi di Dusun Lemahdadi, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, usaha tersebut didirikan pada tahun 2019 bertepatan dengan masa Pandemi Covid-19.

Lokasi Abadi Farm cukup jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

Berada di area kebun atau pekarangan yang banyak ditumbuhi tanaman.

Kompleks Abadi Farm terbagi menjadi beberapa bangunan.

Ada sekretariat, tiga kandang untuk pemeliharaan ayam, Rumah Pemotongan Ayam (RPA), gudang berisi mesin pengolah pakan dan peralatan budidaya, dapur untuk memasak olahan serta yang paling terbaru adalah area taman wisata edukasi yang menarik.

Itu menandakan bahwa kegiatan produksi hingga distribusi dilakukan tersentral di lokasi yang sama.

Bejo Wiyono sedang memberi makan ayam jopernya.
Bejo Wiyono sedang memberi makan ayam jopernya.


“Berawal dari temen kami Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pernah melakukan riset tentang tingkat kebutuhan ayam di Kalurahan Bangunjiwo dan sekitarnya ternyata lumayan banyak, sedangkan peternaknya sedikit,” jelasnya.

Seperti gayung bersambut, keinginan Eko itu pun diperlancar dengan adanya bantuan pendampingan dari program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu yang didapatkan pada tahun 2021.

Hingga tahun ini, bantuan dan pendampingan dari PT Pertamina masih berjalan.

Bantuan tahun pertama berupa pembuatan dan renovasi kandang, tahun ke dua ada pelatihan-pelatihan seperti pembuatan pakan dan sebagainya, tahun ke tiga pengadaan mesin pakan, tahun ke empat pembuatan RPA, tahun ke lima pembuatan penetasan ayam serta taman wisata edukasi ternak ayam.

“Semua peralatan dan pendampingan promosi usaha didukung PT Pertamina, bantuannya modal barang atau jasa, bukan uang,” paparnya.

Berarti total ada sekitar 4.000 ekor ayam yang dipanen setiap dua bulan oleh Abadi Farm.

Jumlah tersebut masih tergolong kurang untuk mencukupi kebutuhan pelanggan yang dalam sebulan membutuhkan sekitar 2.500 karkas ayam Joper.

“Omzet per hari Rp 3 juta minimal,” ujar Eko.

Dari bantuan CSR tersebut, kuota penetasan telur ayam Joper juga meningkat menjadi 1.000 ekor.

Lokasi penetasan berada di dusun sebelah, tidak jauh dari lokasi Abadi Farm yakni di Dusun Petung, Bangunjiwo.

Karena kebutuhan anakan ayam sangat tinggi, Eko harus bekerjasama dengan beberapa mitra penetasan untuk mencukupi suplai anakan ayam.

Sistemnya, apabila sudah menetas, anakan ayam itu akan di jual ke mitra pembesaran.

Setelah besar dan layak konsumsi, oleh Abadi Farm kemudian dibeli lagi dengan harga kontrak.

Multiplier effect adanya Abadi Farm juga sudah mulai muncul.

Sebanyak delapan karyawan telah direkrut untuk bekerja di peternakan tersebut.

Selain itu, Abadi Farm juga memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar untuk membuat produk olahan daging ayam dengan merk Adenum yang merupakan cabang usaha Abadi Farm.

Kelompok masak tersebut saat ini bersnggotakan sembilan orang.

“Targetnya olahan tersebut bisa berkembang menjadi usaha kuliner,” jelasnya.

Syaratnya, program sebelumnya telah berhasil berjalan.

Pendampingan dilakukan hingga pelaku usaha bisa menjalankan usahanya secara mandiri.

“Awal dulu dua minggu sekali pertemuan dengan pihak Pertamina untuk monitoring, saat ini masih namun intesitas sudah berkurang karena sudah bisa jalan mandiri,” ucapnya.

Bagi karyawan Abadi Farm, ajakan untuk menggarap usaha hingga bisa berjalan seperti saat ini adalah sebuah keberuntungan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pegawai, Bejo Wiyono.

Sembari memberikan pakan kepada beberapa peliharaan ayam Joper, ia bercerita awal mula diajak menggarap usaha budidaya tersebut.

“Saya memang dipasrahi untuk mengurus bagian produksi, cukup menyelamatkan hidup karena saya dulu juga terdampak Covid-19 itu,” ujar pria yang sudah menginjak usia 60 tahun itu.

Walaupun pengelola Abadi Farm adalah kerabatnya, ia bersyukur bisa diajak untuk bekerja di sana.

Dulu dirinya bekerja di industri kerajinan gerabah daerah sekitar.

Namun, karena kondisi ekonomi saat Covid-19 memburuk, ia pun kemudian diberhentikan karena perusahaan sepi pesanan.

“Dulunya mikire yang penting ada pemasukan, selain itu juga untuk kegiatan sehari-hari. Tidak mengira bisa berjalan sejauh ini,” ucapnya sambil mengusap keringat di keningnya.

Terpisah, Community Development Officer PT Pertamina TBBM Rewulu, Ayu Pratiwi menjelaskan alasan dipilihnya Abadi Farm sebagai penerima program CSR.

Awal mula pendampingan dilakukan saat Pandemi Covid-19 tahun 2021.

Sebelumnya, ia dan tim melakukan social mapping di daerah Bangunjiwo.

Hasilnya, banyak pemuda dan tulang punggung keluarga yang dirumahkan dari tempat mereka bekerja karena dampak dari Pandemi Covid-19.

Hal itu memantik inisiasi untuk melakukan pengembangan agar perekonomian tumbuh di daerah tersebut.

“Warga kampung di sana juga biasa ternak ayam secara kovensional, jadi dua aspek itu kami hubungkan lalu muncul inisiasi program pendampingan budidaya ayam Joper,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).

Selain itu, menurutnya ayam Joper memiliki usia panen yang lebih cepat dibandingkan jenis ayam kampung, Pertamina menilai jenis ayam tersebut cocok sebagai ide pengembangan bisnis dengan perputaran uang yang diproyeksikan lebih cepat.

“Dagingnya pun rasanya sangat mirip dengan ayam kampung,” ucapnya.

Perempuan yang sudah 11 tahun mengabdikan diri di PT Pertamina TBBM Rewulu itu menyampaikan bahwa Tahun 2025 ini merupakan tahun terakhir Program CSR di Abadi Farm.

Selama lima tahun ia telah menyediakan bantuan berupa pengadaan alat.

PT Pertamina juga melakukan pendampingan yang intensif agar pelaku usaha bisa paham dan mandiri dalam mengelola bisnisnya.

“Kami memberikan modal pengetahuan, peralatan dan tidak ada yang berupa uang,” jelasnya.

Target di tahun 2025 adalah pengembangan eduwisata yang melibatkan siswa sekolah dasar maupun TK/PAUD di sekitar Kalurahan Bangunjiwo.

Mereka bisa mendapatkan pembelajaran tentang siklus hidup ayam Joper dan berbagai macam pengetahuan budidayanya.

Sudah ada beberapa sekolah-sekolah yang datang ke Taman Eduwisata Abadi Farm tersebut.

“Memperkenalkan varietas ayam Joper, soalnya kan masih jarang ayam Joper di daerah sana,” ujar perempuan kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu.

Menurutnya, kebutuhan ayam Joper di daerah Kalurahan Bangunjiwo relatif tinggi.

Sebab, banyak resto atau warung kuliner seperti bakmi Jawa yang tersebar di daerah tersebut.

Mereka sangat membutuhkan komoditas ayam Joper sebagai bahan baku produk penjualan.

“Kalau ayam kampung kan harganya mahal, sehingga meningkatkan biaya produksi. alternatifnya pakai ayam Joper karena secara rasa sangat mirip,” paparnya.

Lulusan sarjana Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM tahun 2012 itu menegaskan, dalam Implementasi program CSR, PT Pertamina TBBM Rewulu juga menciptakan beberapa inovasi di Kabupaten Bantul, Sleman dan Kulonprogo.

Bentuk CSR bervariasi, namun kebanyakan berkaitan dengan pengembangan pangan lokal di daerah setempat.

“Jadi memang tidak hanya terbatas di UMKM, seperti pemberdayaan para difabel misalnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah atau Carik Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul Mugi Raharjo mengatakan pergerakan Abadi Farm selama lima tahun terakhir sangat positif.

Tidak hanya berdampak pada kalangan internal, namun juga menyebar luas ke masyarakat sekitar Kalurahan Bangunjiwo.

“Harapannya bisa terus berjalan setelah pendampingan dari pihak Pertamina selesai, terlebih bisa memotivasi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Aktivitas budidaya di Abadi Farm menurutnya membuka lapangan pekerjaan tambahan baru bagi warga sekitar.

Tambahan pendapatan tersebut didapatkan berkat ajakan untuk membantu proses di Abadi Farm.

Selain itu, secara tidak langsung masyarakat sekitar khususnya para pemuda bisa ikut paham pengetahuan tentang budidaya ayam Joper.

Sehingga diharapkan tumbuh pebisnis muda baru yang juga dapat mendongkrak perekonomian di Kalurahan Bangunjiwo.

“Anak muda, mahasiswa yang mau kerja sampingan kan bisa memanfaatkan itu,” ucapnya.

30.000 lebih orang yang tinggal di Bangunjiwo itu ia harapkan bisa termotivasi dan mulai mencoba mengembangkan berbagai jenis usaha.

Sebab, seiring perkembangan zaman, Kalurahan Bangunjiwo mulai banyak masuk pengusaha resto dan rumah makan yang bisa dijadikan peluang oleh masyarakat.

“Di sini kan juga banyak terdapat usaha-usaha kerajinan gerabah, jadi semakin banyak industry UMKM akan semakin baik,” jelasnya.


Ia ingin bekerjasama dengan Abadi Farm dalam program-program yang digarap Pemerintahan Kalurahan Bangunjiwo.

Khususnya terkait kolaborasi penanganan masalah stunting dan pemberdayaan masyarakat.


“Seeperti penyediaan daging ayam segar atau telur untuk tambahan makanan Mpasi,” jelasnya. (oso)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pangan lokal #budidaya ayam Jowo Super #ayam joper #Bangunjiwo #perkuat ketahanan pangan #CSR Pertamina #usaha #Ekonomi #berkah