Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ayah Timothy Anugerah Memaafkan, tapi Minta Kronologi Sebenarnya Terungkap: Saya serahkan ke Kampus dan Polisi untuk Mengusut

Bahana. • Senin, 20 Oktober 2025 | 18:24 WIB

Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali
Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali
RADAR JOGJA - Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, masih menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.

Mahasiswa semester tujuh Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud itu ditemukan meninggal dunia usai terjatuh dari gedung kampus pada Rabu, 15/10/2025.

Di tengah ramainya isu dugaan bahwa Timothy meninggal akibat bullying (perundungan) dari teman kampusnya, sang ayah, Lukas Triana Putra, akhirnya buka suara.

Ia memilih menempuh jalur resmi dengan melapor ke polisi terkait kematian putranya.

“Saya cuman memberi laporan kematian dari anak saya aja.” ujar Lukas saat ditemui media, di Polresta Denpasar, Sabtu (18/10/2025).

Sementara, terkait dugaan bullying (perundungan), Ayah Timothy menyerahkan ke pihak kampus.

“Itu biar dari pihak kampus saja, itu bukan hak saya.” jawab Lukas usai ditanyai terkait adanya sejumlah Mahasiswa yang diduga pelaku bullying meminta maaf.

Ayah Timothy mengungkapkan, ia hanya ingin mengetahui secara kronologis penyebab kematian sang putra.

“Jadi biar dapat diusut secara kronologisnya, penyebab kematiannya itu karena memang jatuh dari lantai 2 atau 4 atau 3. Intinya saya ingin tahu kenapa misalnya, anak saya jatuh itu apakah karena dia bunuh diri, ataukah memang ada kecelakaan atau ada apa. Biarlah polisi yang ngejelasin.” tuturnya.

Namun, Lukas menekankan bahwa pihaknya tidak ingin memperpanjang perkara ke ranah pidana.

“Saya tidak mau bawa ke pidana, karena memang saya juga tahu kalau saya punya anak dia digitukan (dipidanakan), kasihan juga orang tuanya.” imbuh Lukas.

Tanggapan Kampus Udayana

Sementara itu pihak Universitas Udayana melalui laman resmi Instagram, telah mengeluarkan “Press Release Klarifikasi Isu Terkait Ucapan Nir Empati di Media Sosial terhadap Mahasiswa Fisip” Jumat, 17/10/2025.

Pihak Universitas Udayana telah bekerja sama dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Serta akan mengambil langkah tegas terhadap Mahasiswa yang diduga terlibat.

Hingga kini, publik masih menanti kejelasan apa yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa tragis tersebut.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan nasional, bahwa praktik-praktik perundungan dan kekerasan non fisik di lingkungan akademik masih kerap terjadi, bahkan di kampus besar sekalipun.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#Timothy Anugerah