RADAR JOGJA - Lukas Triana Putra, ayah dari Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa yang tewas jatuh dari gedung FISIP Universitas Udayana (Unud) Bali ragukan anaknya meninggal bunuh diri.
Sebab, tidak ada kejelasan pasti terkait putra semata wayangnya itu.
"Saya sebagai orang tuanya Timmi, ingin mencari kebenaran kronologis dari kematiannya Timmi, karena yang kita terima itu beritanya masih simpang siur," ungkap Lukas, dikutip dari TikTok @mamimami.
Oleh karena itu, Lukas melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, agar diselidiki, bagaimana sebenarnya kronologi kematian Timothy.
"Sebab ada yang mengatakan Timmi jatuh dari lantai dua, ada juga yang mengatakan jatuh dari lantai empat. Biar diusut pihak kepolisian," tuturnya.
Begitu juga terkait tewasnya Timothy, apakah murni bunuh diri atau ada faktor lain sehingga dirinya terjatuh ke lantai dasar.
"Intinya saya mau tahu kenapa anak saya jatuh. Apakah karena bunuh diri, ada kecelakaan atau ada apa, biarlah polisi yang ngejelasin," bebernya kepada awak media.
Sebelumnya diberitakan bahwa penyebab kematian Timothy diduga karena menjadi korban bullying, hingga dirinya nekat mengakhiri nyawanya sendiri.
Pendapat Sang Ibu Tentang Timothy
Timothy Anugerah Saputra merupakan mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang meninggal dunia pada 15 Oktober 2025 lalu.
Di tengah duka mendalam, sang ibu menceritakan satu kenangan kecil yang begitu membekas di hatinya momen sederhana yang kini menjadi pengingat betapa tulusnya hati sang putra.
“Saat dia masih kecil, ada satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan, dia melihat saya dengan mata yang begitu polos, lalu berterima kasih untuk makanan yang saya buat. Padahal bagi seorang ibu, itu hal biasa. Tapi dia mengucapkannya dengan tulus sekali," kata ibu Timothy.
Bagi sang ibu, momen kecil itu menjadi salah satu cara Tuhan berbicara. Ia menganggap ketulusan dan rasa syukur yang terpancar dari Timothy sebagai cerminan hati yang lembut sejak kecil.
Kenangan sederhana itu kini menjadi penopang di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam.
Ia tak lagi bisa memeluk anaknya, tapi kehangatan tatapan polos itu tetap hidup di ingatannya.
Di balik gemuruh kasus yang menyeret nama sang anak, kisah kecil ini menghadirkan sisi lain dari sosok Timothy seorang anak yang tumbuh dengan ketulusan dan rasa hormat pada orang tua.
Sebuah pengingat bagi banyak orang bahwa di balik berita dan sanksi, ada kisah kasih seorang ibu yang kehilangan cahaya hidupnya. (Silvia Oktaviani)