Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta Keracunan MBG, Kepala Sekolah: Proses Masak Kemruputen

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 16 Oktober 2025 | 22:10 WIB
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya

JOGJA - Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ratusan siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta mengalami demam hingga diare pasca menyantap menu MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya menyampaikan bahwa pada Kamis (16/10/2025) pihak sekolah menerima laporan dugaan keracunan dari para siswa.

Mereka melaporkan sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 dini hari banyak siswa yang mengalami sakit perut.

"Ada yang diare sampai dua tiga kali, tapi ada yang hanya sakit perut saja," ujarnya saat ditemui awak media di Kompleks Gedung SMA Teladan Jogja, Kamis (16/10/2025).

Kemudian saat pagi, ketika siswa mulai berangkat ke sekolah, Ngadiya melakukan pengecekan ke seluruh kelas untuk memastikan laporan tersebut.

Dari total 972 siswa yang terdiri dari kelas 10 sampai 12, terdata sebanyak 426 siswa mengalami sakit perut saat malam hari.

"Kalau kami prosentase itu 43,28 persen yang tadi malam sakit perut," paparnya.

Beberapa siswa tersebut menurutnya telah kembali berangkat ke sekolah hari ini.

Namun, sebanyak 33 siswa terkonfirmasi absen tidak berngkat sekolah.

Siswa yang tidak berangkat memberikan keterangan mulai sakit hingga izin alasan lainnya.

Tadi pagi, lanjutnya, pihak SPPG Wirobrajan, perwakilan Puskesmas Wirobrajan, Balaidikdasmen dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) DIY juga mendatangi SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Mereka melakukan konfirmasi atas kejadian yang menimpa para siswa.

"Tadi dari SPPG mengakui bahwa kemungkinan emang ada keracunan dari MBG nya, yaitu dari ayamnya katanya," ucapnya.

Informasi yang ia dapat, pihak SPPG Wirobrajan mengakui terdapat kesalahan dalam proses memasak hingga distribusi makanan.

Proses masak MBG diduga terlalu dini, sehingga menyebabkan menu yang ada di dalam MBG bermasalah.

Menurtunya pihak SPPG juga bersedia bertanggung jawab untuk mengcover biaya pemeriksaan di Puskesmas dan sebagainya.

"Kalau tadi dari SPPGnya katanya masaknya kemruputen gitu. jadi terlalu mruput le masak sehingga dikirim kesini sudah agak lama. mestinya kan masaknya jam 08.00 lalu jam 09.00 dipacking dan nanti jam 11.00 dikirim kesini. tapi katanya kemruputen gitulah," jelasnya.

Pihak SPPG Wirobrajan, menurutnya juga telah melakukan pengecekan di beberapa sekolah sekitar yang menjadi wilayah tanggung jawab mereka dalam distribusi MBG.

Namun, yang bermasalah hanya SMA Negeri 1 Yogyakarta.

"Tadi dari SPPG juga ngontrol disekolah lain barangkali ada ternyata cuma sini. jadi yang telat kemruputun cuma sini, yang lainnya beres," paparnya

Urutan kejadiannya, MBG itu didistribusikan pada Rabu, (15/10/2025).

Sekitar pukul 11.00 MBG tiba.

Pembagian kepada siswa dilakukan seperti biasanya, yakni saat jam istirahat kedua pukul 11.45.

Baca Juga: Hadirkan Ndarboy Genk, Joy Dental Rayakan 14 Tahun dengan JoyFest 2025 di Mandala Krida: Warga Jogja Diajak Senyum Sehat Bersama

Jam 13.30 ompreng dikembalikan lagi, kemungkinan para siswa menyantap MBG di jam 11.45-12.30. 

Setelah siswa sampai di rumah, pada Kamis (16/10/2025) dini hari banyak siswa yang diare.

Beberapa siswa yang masuk sekiolah hari ini juga masih mengeluh sakit perut.

"Tadi pagi masih ada yang merasa sakit perut terus ke UKS dan dikasih obat diare. ini kejadian pertama kali," ucapnya.

MBG di SMA tersebut tergolong sudah lama berjalan, mulai 19 Agustus 2025.

Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan baik dan lancar.

Namun, biasanya beberapa siswa memang memilih untuk tidak mengambil MBG.

"Ada (anak) yang gamau, ada satu kelas itu hanya minta 26 padahal isinya 36 siswa. ada 10 siswa yang tidak mau, ya tergantung orang tuanya mau atau tidak. ya kami data," bebernya.

Keterangan yang ia dapatkan, gejala awal yakni sakit perurut melilit hingga diare.

Tidak ada siswa yang merasakan mual atauoun pusing.

Secara visual, MBG saat itu tidak ditemukan kejanggalan tapi secara rasa beberapa anak merasakan keanehan, khususnya pada olahan ayam yang disajikan.

"Ya katanya ada yang rasanya kok beda, mungkin anak disangkanya ini dari bumbunya beda gitu. Menunya ada nasi, sayur, ayam seperti bacem dan buah," ujar Ngadiyo.

Informasi yang ia dapat, para siswa belum ada yang saampai dirujuk ke rumah sakit.

Beberapa di antaranya hanya di bawa ke Puskesmas oleh orang tuanya dan langsung pulang.

"(rawat inap) tidak ada, mudah-mudahan juga tidak ada," terangnya.

Terpisah, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta kelas 12, Veda mengatakan juga merasa diare bahkan demam di malam harinya pasca menyantap MBG.

Perempuan 17 tahun itu padahal biasanya tidak ikut mengambil jatah MBG.

Naas di hari itu dirinya ikut makan tapi malah sakit perut.

"Kebetulan juga kemarin saya lupa ngelist buat ga ngambil, otomatis saya harus makan kan mau ga mau saya makan aja gapapa. tapi malah ternyata jadi sakit perut. udah pernah ngambil tapi lama engga, karena menunya kayak kurang menarik gitu bagi saya," bebernya.

Ia mengaku tidak menemukan kejanggalan baik secara visual maupun rasanya saar menyatap MBG.

Ia pun menduga bahan yang bermasalah ada pada saus barbeque yang pada ayamnya.

"Sebenernya tidak ada rasa aneh apapun. cuma ga tau kenapa pas pulang itu langsung demam terus saya langsung diare," terangnya.

Ada dua orang siswa teman kelasnya yang tidak berangkat.

Ia juga masih merasakan sakit di bagian perut. Rencananya, se pulang sekolah ia akan periksa ke rumah sakit.

"Kayanya nanti mau ke RS mau cek. hari ini masih sakit perut tadi udah tiga kali diare," tandasnya.

Akibat kejadian tersebut, ia memutukan untuk tidak mengambil MBG lagi. Itu disebabkan karena trauma sakit perut yang ia rasakan.

"udah trauma. gamau lagi," imbuhnya.

Pihak SPPG Wirobrajan hingga saat ini belum memberikan tanggapan saat dihubungi mengonfirmasi kejadian tersebut.

Pihak pengelola SPPG pun belum bersedia memberikan keterangan saat didatangi di lokasi Dapur MBG. (oso)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#keracunan mbg #kepala sekolah #SMA Negeri 1 Yogyakarta #Siswa #Masak Kemruputen #SPPG