Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober: Saat Dunia Belajar Mendengar "Suara yang Terlupakan"

Magang Radar Jogja • Jumat, 10 Oktober 2025 | 18:02 WIB
Kesehatan Mental.
Kesehatan Mental.

RADAR JOGJA - Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day.

Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan global untuk memahami bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Tahun ini, tema yang diusung oleh World Health Organization (WHO) adalah “Mental Health in Humanitarian Emergencies”, yang menyoroti pentingnya dukungan psikologis di tengah situasi darurat kemanusiaan seperti perang, bencana, atau pandemi.

Peringatan ini pertama kali digagas oleh World Federation for Mental Health (WFMH) pada tahun 1992, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

Seiring waktu, isu mental health semakin mendapat perhatian karena meningkatnya tekanan hidup modern, perubahan sosial, serta dampak konflik dan bencana yang seringkali meninggalkan luka batin mendalam bagi korban.

Dalam situasi darurat, perhatian biasanya lebih tertuju pada kebutuhan fisik seperti makanan, tempat tinggal, atau keselamatan.

Baca Juga: Jerman Harus Sapu Bersih Sisa Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk Lolos Setelah Dijegal Slovakia

Namun, banyak yang lupa bahwa trauma psikologis juga bisa menjadi luka yang tak kalah berbahaya.

WHO menegaskan bahwa dukungan psikososial dan layanan kesehatan mental sangat penting diberikan sejak awal, agar individu yang terdampak bisa pulih dan kembali menata hidupnya.

Di Indonesia sendiri, isu kesehatan mental masih kerap dibayangi stigma. Banyak orang enggan bercerita tentang depresi atau kecemasan karena takut dianggap lemah.

Padahal, berbicara tentang kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian untuk mengenali diri dan mencari pertolongan.

 

Melalui momen Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka dan peduli terhadap kondisi psikologis baik dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

Peringatan 10 Oktober bukan hanya tentang mengingat, tetapi juga tentang bertindak.

Mulai dari mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan ruang aman bagi mereka yang sedang berjuang, hingga memastikan akses terhadap layanan kesehatan mental yang layak.

Karena di balik setiap senyum yang tampak baik-baik saja, bisa jadi ada jiwa yang sedang berteriak minta dimengerti.

Hari ini, dunia diajak untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan menyalakan harapan.

Sebab, merawat kesehatan mental adalah bagian dari mencintai kehidupan bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk sesama. (Chintya Maharani)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hari Kesehatan Mental #10 oktober #Suara yang Terlupakan #kesehatan mental #psikologis #world health organization