RADAR JOGJA - Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus bertambah.
Data terbaru yang dirilis menyebut, hingga Senin pagi (6/10/2025), sebanyak 50 orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk dua korban dalam kondisi potongan tubuh.
Kepala Basarnas Surabaya, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi masih berlanjut hingga sore hari.
“Tim SAR menemukan 19 korban baru hari ini. Kondisi di lapangan cukup berat karena struktur bangunan yang menimpa korban sangat padat,” ujarnya.
Dari total korban, 104 santri berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski sebagian mengalami luka berat.
Sementara itu, tim gabungan masih menyisir sisa reruntuhan bangunan yang telah dibersihkan sekitar 75 persen.
Pantauan di lokasi menunjukkan, keluarga korban masih memadati area ponpes untuk mencari informasi.
Aroma sedih bercampur tegang menyelimuti kawasan tersebut.
Sejumlah relawan tampak berjibaku di tengah tumpukan puing yang belum seluruhnya dibersihkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ambruknya bangunan.
Namun, dugaan sementara mengarah pada konstruksi bangunan yang tidak kuat menahan beban lantai atas.
Pemerintah daerah bersama tim SAR dan aparat kepolisian memastikan proses identifikasi dan evakuasi akan terus dilakukan sampai seluruh korban ditemukan.
“Kami tidak akan berhenti sebelum semua santri terdata,” tegas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo.
Sementara itu, Kementerian Agama Jawa Timur turut menurunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para santri yang selamat serta keluarga korban.
Bantuan logistik dan dapur umum juga telah didirikan di area ponpes untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Pemerintah daerah berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap struktur bangunan ponpes di wilayah Sidoarjo guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Ahmad Hatim Wafa)