RADAR JOGJA – Angkatan Darat (AD) resmi menyesuaikan syarat rekrutmen bagi calon prajurit Tamtama dan Bintara.
Mulai tahun ini, batas minimal tinggi badan diturunkan dari 163 sentimeter menjadi 158 sentimeter.
Selain itu, batas usia pendaftar juga diperpanjang dari maksimal 22 tahun menjadi 24 tahun.
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, menegaskan perubahan aturan ini bukan berarti menurunkan kualitas prajurit.
Menurutnya, kebutuhan personel TNI semakin besar, sehingga syarat pendaftaran dibuat lebih inklusif.
”Karena kami kan butuh lebih banyak pasukan ya. Jadi, (syarat) usia kita tambah (menjadi maksimal 24 tahun), kemudian bukan berarti kami mengurangi kualitas. Karena kalau orang tinggi kan belum tentu lebih kuat dari yang pendek. Jadi, (syarat) tingginya kami kurangi,” jelas dia kepada awak media.
Ia menambahkan, pembangunan satuan baru TNI AD membuat kebutuhan prajurit meningkat.
Rekrutmen ini juga menjadi langkah antisipasi menghadapi perkembangan geopolitik global yang dinamis.
”Kita (Indonesia) kan menganut sishankamrata. Jadi, bagaimana kita nanti menyiapkan perang berlarut, itu kan butuh pasukan banyak. Kita belajar dari perang Ukraina-Rusia, kan lebih banyak tentara bayaran kan. Jadi, kita harus nyiapin, ancaman kan datang setiap saat,” terang Tandyo.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu, turut membenarkan penyesuaian syarat tersebut.
Ia menyebut langkah ini diambil agar semakin banyak generasi muda yang berkesempatan mengabdi melalui TNI AD.
”Untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada para pemuda terbaik Indonesia yang ingin bergabung dengan TNI AD. Ada banyak calon yang sebenarnya memenuhi syarat lain, namun misalnya terkendala hanya di faktor tinggi badan,” ungkap Wahyu, Senin (22/9/2025).
Selain tinggi badan, aturan baru juga menetapkan batas usia rekrutmen hingga 24 tahun.
Hal ini disesuaikan dengan masa dinas tamtama dan bintara yang kini diperpanjang menjadi 53 tahun dan 55 tahun.
”Dengan demikian, peluang bagi pemuda yang sudah melewati usia 22 tahun, namun masih memiliki kemampuan dan motivasi, tetap terbuka untuk mengabdi melalui jalur rekrutmen TNI AD,” jelas Wahyu. (Retno Anggi Kusuma Dewi)