RADAR JOGJA - Pengasuh musala Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, akhirnya angkat bicara terkait insiden ambruknya bangunan musala yang menelan korban jiwa di Sidoarjo, Jawa Timur.
Pada 30 September 2025, ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengajak masyarakat untuk bersabar menghadapi musibah ini.
“Saya kira ini takdir dari Allah, semuanya harus bisa bersabar dan mudah-mudahan diberi ganti oleh Allah yang lebih baik", ucap KH Abdus Salam Mujib dalam video yang beredar.
Pernyataan tersebut mendapat banyak tanggapan di media sosial.
Sebagian warganet mengapresiasi sikap ikhlas dan sabar sang pengasuh, yang tetap berusaha menenangkan jamaah di tengah musibah.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang menyoroti aspek teknis dalam pembangunan. Ada yang berpendapat bahwa peristiwa ini tidak bisa semata-mata disebut musibah, melainkan juga kelalaian manusia.
“Jangan semua bilang musibah, ini bukan musibah tapi kelalaian manusia", tulis salah satu pengguna, yang mendapat dukungan banyak komentar lain.
Sejumlah akun lain menambahkan, penting bagi pihak terkait untuk menelusuri penyebab pasti ambruknya bangunan.
Baca Juga: Sasar Indekos, Dua Maling di Depok, Sleman Gasak Sepeda Motor, Terancam Kurungan Tujuh Tahun Penjara
Apakah karena kualitas material yang buruk, perhitungan konstruksi yang keliru, atau faktor lain yang berhubungan dengan keamanan bangunan.
Menurut mereka, evaluasi teknis harus dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Perdebatan antara sisi religius dan teknis ini mewarnai ruang publik.
Di satu sisi, masyarakat diajak bersabar dan menerima takdir dengan ikhlas.
Di sisi lain, ada desakan agar semua pihak belajar dari kejadian ini dengan meningkatkan kualitas pembangunan demi keselamatan bersama.
(Silvia Oktaviani)