RADAR JOGJA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan arah kebijakan fiskal yang bakal jadi fokus pemerintah, mengejar pajak orang kaya dan perusahaan besar yang menunggak, sekaligus mengerek penghasilan masyarakat menengah ke bawah.
Menurut Purbaya, kondisi penerimaan negara selama ini sering tidak adil.
Wajib pajak kecil dipaksa taat, sementara kalangan superkaya kerap mencari celah untuk menghindar.
“Jangan rakyat kecil terus yang jadi korban. Kita akan serius kejar penunggak pajak besar, termasuk korporasi dan individu superkaya. Potensinya puluhan triliun,” tegasnya, Senin (22/9/2025).
Ratusan Penunggak Pajak Masuk Radar
Data Kementerian Keuangan mencatat, ada sedikitnya 200 penunggak pajak besar yang sudah inkracht alias berkekuatan hukum tetap.
Nilai tunggakan ditaksir mencapai Rp 50–60 triliun.
Purbaya memastikan penagihan ini jadi prioritas agar penerimaan negara lebih sehat.
“Uang sebanyak itu bisa kita gunakan untuk program rakyat. Jangan sampai menguap begitu saja karena permainan wajib pajak nakal,” tambahnya.
Pendapatan Rakyat Harus Naik
Tidak hanya mengejar pemasukan negara, Purbaya juga menekankan pentingnya menaikkan penghasilan rakyat kecil.
Salah satu wacana yang sedang dikaji adalah menaikkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) hingga sekitar Rp75-80 juta per tahun.
Dengan begitu, masyarakat menengah ke bawah bisa lebih leluasa menggunakan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani pajak.
Selain itu, Purbaya menyebut pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif bagi UMKM, agar bisa tumbuh sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Kesejahteraan rakyat tidak bisa ditawar. Pajak memang penting, tapi rakyat juga harus merasakan hasilnya,” ujarnya.
Respons Publik: Harapan dan Skeptisisme
Pernyataan Purbaya langsung ramai di media sosial.
Banyak yang mendukung langkah berani ini, menganggapnya sebagai terobosan agar fiskal Indonesia lebih adil.
Namun tak sedikit pula yang skeptis, menilai janji mengejar pajak orang kaya sudah terlalu sering terdengar tanpa realisasi nyata.
Publik menilai, jika kebijakan ini benar-benar dijalankan, Indonesia bisa memperbaiki wajah pajak yang selama ini tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.
Dengan strategi ganda, tegas pada orang kaya dan peduli pada rakyat kecil, Purbaya ingin menunjukkan arah baru kebijakan fiskal di era pemerintahan Prabowo.
Tinggal publik menunggu, apakah janji besar ini bisa diwujudkan di lapangan.
(Ahmad Hatim Wafa)