Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ikuti Jejak Soekarno dan Sumitro, Prabowo Akan Pidato di PBB

Meitika Candra Lantiva • Senin, 22 September 2025 | 23:11 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden RI Prabowo Subianto.


RADAR JOGJA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menyampaikan pidato dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 23 September 2025.

Dalam urutan penyampaian, Prabowo mendapat giliran ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat.

Menurut keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kesempatan ini menjadi momen penting bagi Indonesia karena selama satu dekade terakhir kehadiran Indonesia di forum dunia tersebut umumnya hanya diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu).

Dengan hadirnya langsung kepala negara, diharapkan posisi dan pandangan Indonesia dapat lebih tegas terdengar di kancah internasional.

Kehadiran Prabowo dalam forum internasional ini dinilai memiliki makna historis.

Ia disebut-sebut mengikuti jejak Presiden pertama Indonesia, Soekarno, yang pernah menyampaikan pidato bersejarah berjudul To Build the World Anew di Sidang Umum PBB pada 30 September 1960.

Tak hanya itu, jejak diplomasi ayahnya, Profesor Sumitro Djojohadikusumo, juga turut dikaitkan dengan langkah Prabowo.

Sumitro dikenal sebagai tokoh intelektual dan ekonom yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan dan diplomasi Indonesia.

Pengamat hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menilai bahwa pidato Prabowo di New York berpotensi menjadi bagian penting dari catatan dunia, setara dengan momen bersejarah yang pernah diciptakan Presiden Soekarno.

Menurutnya, kehadiran seorang presiden dalam forum sebesar Sidang Umum PBB bukan hanya sebatas simbol kehadiran, tetapi juga momentum untuk menyuarakan pandangan Indonesia terhadap isu-isu global yang tengah hangat diperbincangkan.

Dari isu perdamaian dunia, perubahan iklim, hingga peran negara berkembang dalam percaturan ekonomi internasional, semua dapat menjadi bagian dari pesan penting yang disampaikan.

Sementara itu, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, melihat kehadiran Prabowo dalam sidang tersebut sebagai pengulangan jejak perjuangan diplomasi ayahnya.

Menurut Dino, momen ini bukan hanya sekadar kehadiran di forum internasional, tetapi juga simbol kesinambungan peran keluarga Djojohadikusumo dalam menjaga dan memperkuat diplomasi Indonesia.

Ia menambahkan, publik menaruh harapan besar agar pidato Prabowo dapat mengangkat martabat bangsa sekaligus mempertegas peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.


Dengan demikian, kehadiran Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB 2025 menjadi peristiwa penting, tidak hanya bagi Indonesia saat ini, tetapi juga bagi sejarah diplomasi bangsa.

Publik menunggu apa pesan utama yang akan disampaikan Prabowo di hadapan para pemimpin dunia, serta bagaimana hal tersebut akan meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif, berdaulat, dan berpengaruh dalam percaturan global. (Nugrahaningtyas)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#pidato prabowo #isu global #FPCI #dino patti djalal #soekarno #Profesor Sumitro Djojohadikusumo #presiden #Sumitro #prabowo #pidato di PBB